LP2M.Corong– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Tarbiyah IAI Tribakti Kediri, gelar acara Seminar Nasional di Aula Mahrus Ali IAI Tribakti Kediri, berhasil mengundang minat para mahasiswa 03/01.

Dengan menyuguhkan tema “Dinamika Gerakan Radikalisme Di Pendidikan Dan Media Sosial. Acara seminar ini berjalan lancar, terlihat panitia mengalami sedikit kewalahan dengan membludaknya peserta yang menghadiri seminar Nasional kali ini, tidak hanya dari kampus IAI Tribakti sendiri ada juga peserta seminar dari kampus lain seperti IAIN Kediri, Uniska, dan UNP Kediri .

Pada acara Seminar Nasional kali ini menghadirkan pemateri handal, yaitu bpk. Dr. Ngainun Naim, dan bpk. Dr, Zainul Hamdi M.Ag,  selaku pemateri pertama, dipandu oleh bpk. Moch. Mukhlison, M.Pd.I selaku moderator.

Seminar Nasional kali ini membahas tentang radikalisme yang sangat berkembang pesat dari media sosial, terutama yang sering terjadi di kalangan anak muda yang begitu mudah percaya tentang paham-paham yang sedang berkembang di Inonesia.

Menurur Dwi Nur Lita selaku ketua panitia, “ kami meliahat dari usulan teman-teman yang berusul untuk mengangkat tema tentang radikalisme, dimana pendidikan radikalisme ini sangat berkembang pesat di media sosial mulai dari ig, facebook, twiter, dan media sosial lainnya itu semakin banyak golongan-golongan radikalisme yang ingin masuk dalam pendidikan.”

“untuk persiapan acara itu sendiri kami dari panitia sudah mempersiapkan dari awal bulan oktober muali dari pembentukan panitia dan lainnya, tapi untuk mempersiapkan lebih matang lagi kami mulai di pertengahan bulan oktober untuk chek in pertama, chek in kedua, dan chek in ketiga, selain itu juga kami dari panitia meneliti kembali setiap kelengkapan per sie khususnya dari kerja sama per sie”, Imbuhnya.

Baca juga  Refleksikan Hari Kemerdekaan Ke-74, 350 Mahasiswa Baru Turun Kejalan

pada kesempatan kali ini, Sang pemateri mengulas tentang radikalisme yng banyak berkembang dikalangan anak muda melalui media sosial, selain itu masih banyak orang-orang yang hanya mendengar isu-isu tentang radikalisme saja. Dalam pembahasan ini Pula pemateri juga membuka kesadaran kepada Peseeta bahwa radikalisme yang sedang berkembang di Indonesia ini bukan mitos tapi realitas yang ada.

“Saya memiliki akun mesia sosial, bagi saya media sosial itu bisa menjadi alat komunikasi dengan orang luar yang jangkauannya lebih luas, tanpa media sosial saya tidak bisa menjangkau lebih luas, oleh karena itu di akun fb saya lebih intens dan saya juga menulis di media-media ke islaman online dengan cara yang sangat konteksual dan baahasa yang ringan. Itulah langkah saya dalam menangkal radikalisme.” Tutur bpk. Ahmad Zainul Hamdi.

Menurut belia juga, “bahwa sekarang ini pemerintah sudah ada kesadaran tentang radikalisme yang sekarang ini berkembang pesat di Indonesia melalui media sosial, seperti pemerintah yang sudah melarang HTI sampai sekarang, dan sampai sekarang ijin FPI tidak dikeluarkan oleh pemerintah. Perintah tegas dari bpk. Presiden Joko Widodo di periode kedua ini adalahy diisu radikalisme, tapi radikalisme sendiri tidak bisa kalau hanya di pegang oleh pemerintah serndiri tapi juga keterlibatan masyarakat.”

Harapan saya untuk para mahasiswa dan mahasiswi dalam radikalisme itu, saya harap kalau mereka sudah lulus dan sebagian menjadi guru agama mereka akan menyebarkan islam modereat, maka mereka bisa menjadi agen untuk menangkal radikalisasi di lembaga pendidikan, mahasiswa juga bisa melakukan kampanye islam damai lewat media dengan cara yang kreatif yang khas anak muda, tegasnya.

Reporter

Novitasari & M. Usman

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *