30.4 C
Bandar Lor
Sabtu, April 13, 2024

Tanggapi Kontroversi Pembakaran Bendera Yang Bertuliskan Kalimat Tauhid, PC PMII Kediri Gelar Diskusi

LP2M.CORONG- Menanggapi isu pembakaran bendera yang banyak menimbulkan kontroversi baru-baru ini, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kediri menggelar diskusi tentang isu penting tersebut. Agenda ini dilaksanakan di Komisariat Tribakti, Selasa (30/10).

Menurut Ucup sebagai salah satu anggota PC PMII Kediri, ia berharap agar para kader PMII khususnya Cabang Kediri mampu lebih peka terhadap realita sosial yang sedang terjadi, dan tidak lagi terprovokasi oleh berita ataupun wacana yang semakin tak terbendung.

“saya juga berharap dengan adanya tema baru ini akan mendobrak kemalasan dan kembali semangat untuk berdiskusi baik di lintas komisariat ataupun rayon”, tuturnya.

Pembakaran bendera yang terjadi pada tanggal 22 Oktober 2018 di Garut yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri ini menjadi kesempatan baru HTI dan para politikus yang pro HTI untuk eksistensi di Pilpres 2019 mendatang. Selain itu hal ini juga bertujuan untuk membangkitkan kembali organisasi yang telah resmi di bubarkan pada Juli 2017.

Baca Juga:  Skizofrenia; Gejala Gangguan Jiwa yang Memprihatinkan

“Ada empat kepentingan yang terselubung di balik pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia, Politik jangka pendek jangka panjang, media provokasi, pertarungan ideologi, dan kontestasi pilpres 2019,” ujar gus Nabil selaku pemantik diskusi tersebut.

“Dengan adanya diskusi ini para kader PMII khususnya cabang Kediri diharapkan mampu mengetahui lebih jelas kepentingan terselubung di balik pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid, serta diharapkan mampu lebih giat membuat wacana untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa HTI memiliki ideologi yang terlarang, dan membendung wacana dari pihak HTI yang semakin membludak”, ujar gus Bay sebagai pemantik kedua. 

Hanya peperangan wacanalah yang mampu membandingi isu-isu yang semakin tak terbendung dan berbau provokasi, dan diharapkan para kader PMII mampu segera mematerialkan bentuk fikirannya melalui tulisan baik wacana ataupun berita guna menghantam ideologi yang di bawa organisasi terlarang tersebut, dan menghindari peperangan ideologi yang penuh dengan caos,” tegasnya.

Baca Juga:  Bagaimana perspektif gender dalam aswaja? KH. buya arrazi Hasyim berikan pendapatnya.

(rhm/tys)

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending