25 C
Bandar Lor
Rabu, Februari 21, 2024

Sejarah, Perbedaan PBAK Universitas Islam Tribakti dari Tahun ke Tahun

“Ritual dunia Mahasiswa” pada awal periode penerimaan Mahasiswa baru yang sekarang biasa di sebut sebagai Pengenalan Budaya Akademik dan Kemasahasiswaan (PBAK) merupakan perkara yang “wajib” di gelar oleh perguruan tinggi. Bukan tanpa alasan, “Ritual” ini sudah mulai diadakan sejak lama sehingga mempunyai maksut yang beragam dan sejarah yang panjang. Sampai pada saat ini “Ritual” ini masih dijalankan dan mungkin juga akan terus dijalankan hingga masa yang akan datang.

Kegiatan semacam PBAK sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman belanda. Seperti dalam artikel mamikos.com menceritakan tentang asal muasal terjadinya “Ritual” semacam ini. kegiatan PBAK sebelum seperti saat ini pada mulanya bernama OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) yang terletak di sekolah kedokteran bumiputera atau STOVIA yang didirikan oleh Belanda. Pada awalnya kegiatan macam ini sama seperti sekarang yaitu bertujuan untuk mengenalkan para akademisi baru yang hendak menempuh pendidikannya di tempat sekolah yang memiliki budaya atau kebiasaan yang berbeda dengan keadaan di luar sekolah. hal ini meskipun dilakukan selama tiga bulan akan tetapi masih dengan cara yang cukup “manusiawi” yaitu dengan beberapa aturan yang ketat sehingga melarang adanya perpeloncoan seperti memaksa melakukan kegiatan pada saat jam istirahat.

Selanjutnya berlanjut pada zaman penjajahan Jepang dimana nama STOVIA diganti dengan Ika Daigaku yang berarti sekolah kedokteran. Nama yang berganti ini juga mencerminkan bahwa cara yang digunakan pun juga berganti. OSPEK yang dulunya lebih “manusia” menjadi sarang bagi senior mempermainkan Juniornya. Junior dianggap sebagai orang yang tidak tahu apa apa yang harus diberi pemahaman untuk menata hidupnya di masa depan. Gambaran keadaan ini bisa dilihat dari namanya yaitu perpeloncoan yang menggambarkan keadaan anak kecil pada saat itu yang belum mempunyai rambut dan belum mengetahui apapun. Para Junior disamakan dengan anak kecil itu dengan dicukur semua rambutnya (penggundulan) dan sesuatunya harus diberikan petunjuk sehingga harus menaatinya secara total.

Baca Juga:  Alumni LP2M Corong Jadi Lulusan Wisudawan Terbaik!

Pada era kemerdekaan Indonesia OSPEK macam di zaman Jepang masih terjadi di masa awal kemerdekaan. Universitas Gadjah Mada merupakan perguruan tinggi awal yang didirikan oleh pemerintah Indonesia yang masih melakukan OSPEK dengan tradisi perpeloncoan pada saat awal kemerdekaan Indonesia.

Sejarah OSPEK yang baru mulai muncul pada era 60 an. Hal ini bukan terjadi secara tiba tiba, namun ada beberapa golongan yang mempelopori nya. Golongan itu adalah partai politik PKI (Partai Komunis Indonesia) yang menganggap bahwa tradisi perpeloncoan merupakan tradisi kolonialisme dan semua yang berhubungan dengan kolonialisme harus dihilangkan. Maka OSPEK diganti namanya menjadi Masa Kebaktian Taruna (MKT). Akan tetapi dalam masa perjalannya MKT juga ikut dihilangkan seiringan dengan adanya tragedi G30SPKI yang setelah itu pemerintah mewajibkan semua yang berhubungan dengan PKI harus di musnahkan.

Baca Juga:  Begini Proses Berjalannya Pra PBAK UIT Pada Hari Kedua.

Meskipun demikian pada era reformasi OSPEK dilakukan dengan berbagai macam perubahan. Pihak pemerintah dan kampus ikut mengontrol bagaimana terjadinya “Ritual” Ini sehingga dapat dilakukan dengan “manusiawi” sehingga yang terjadi adalah bukan perpeloncoan atau perlakuan seenaknya akan tetapi yang terjadi adalah edukasi terhadapa calon Mahasiswa baru guna menumbuhkan kemandirian dan melatih mental.

Masuk pada era saat ini OSPEK sudah berganti nama beberapa kali hingga pada tahun 2016 pemerintah Indonesia Kementerian Agama menggantinya dengan istilah PBAK lewat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4926. Didalam keputusan itu mengatur beberapa hal mengenai PBAK, diantarmya adalah fungi yaitu untuk mendidik, membimbing, dan mengarahkan Mahasiswa barubaru di lingkungan perguruan tinggi. Lantas bagaiamana “Ritual” tahun ini terjadi di kampus Universitas Islam Tribakti (UIT)? Kami telah berusaha mewawancarai presiden Mahasiswa Agus Pratama dalam menanyakan beberapa hal terkait dengan PBAK tahun ini.

Presiden Mahasiswa yang dulunya pernah menjabat sebagai ketua PMII Rayon Brantas ini menjelaskan bahwa didalam PBAK tahun ini hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, hanya saja terdapat beberapa aspek yang berbeda, antara lain:

1. Tujuan utama pbak tahun ini adalah, bagaimana caranya panitia bisa mengenali budaya kampus universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri yang ber idelogikan faham Aswaja. Dari landasan inilah bekal yang akan dibawa mahasiswa/i ke Tridharma perguruan tinggi.

Baca Juga:  Menumbuhkan Nilai Toleransi Lewat Diskusi dan Pemutaran Film "Atas Nama Percaya"

2. Pergantian nama dari OPAK ke PBAK dikarenakan alih status kampus.

3. Perbedaan secara teknis maupun konsepan walupun tidak terlalu banyak berubah.

4. Panitia tahun ini mengkonsep/merancang PBAK secara sederhana namun meriah.

Selain itu, Ia juga menjelaskan mengenai beberapa keistimewaan PBAK pada tahun ini, diantanya adalah ikut andilnya semua pihak civitas akademika UIT untuk mensukseskannya, sehingga harapannya PBAK tahun ini terkait konsepan lebih maju dan lebih matang.

Mengenai harapan terhadapa Mahasiswa baru ia mengatakan dapat lebih bijak dalam menganalisis sesuatu “Kita sebagai panitia berharap agar Maba tahun ini bisa lebih bijak dalam meng analisis suatu masalah” “Dan kami berharap agar mahasiswa bisa Lebih aktif dalam kegiatan hal positif, baik itu di ruang lingkup pondok pesantren maupun organisasi”.

Sedangkan bagi calon Mahasiswa baru Universitas Islam Tribakti yang akan mendaftar PBAK tahun ini Presma mengatakan dapat mendaftarkan diri secara offline yang berdomisili di Kediri dan Online yang diluar kediri. Pendaftaran offline berada di kantor Aula Syariah lantai dua Universitas Islam Tribakti dan pendaftaran online dapat konfirmasi lebih lanjut melalui nomor berikut +62 822-9400-0112 (Agus Pratama)

penulis : Sokhikhul Fahmi

editor : Afwan

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending