31.5 C
Bandar Lor
Selasa, April 16, 2024

Ritual Parna Prahista

Bulan muharam adalah bulan pertama dalam sitem kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting bagi umat islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru islam sebagai sarana umat islam untuk masahabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah Saw. dan sahabatnya dari mekkah dan madinah.

Disamping keutamaaan bulan muharam yang sumbernya sangat jelas, baik disebutkan dalam Al-Quran dan sunnah, tetapi banyak juga legenda dan mitos yang terjadi di kalangan umat islam menyangkut hari ‘Asyura. Biasanya masyarakat jawa mempercayai tempat-tempat tertentu yang dijedikan mitos. Salah satunya di sebuah air terjun disuatu daerah yang bernama Air Terjun Sedudo.

Baca Juga:  IAI Tribakti Kediri Dijadikan Tujuan Studi Banding Kampus STAI Al-Ma'rif Lampung

Sedudo adalah air terjun dan objek wisata yang terletak di Desa Ngliman kecamatan sawahan, kabupaten nganjuk,

Bicara air terjun sedudo seperti tiada habisnya. Tak salah krena di objek wisata itu mengandung eksotika alam yang begitu memukau. Mulai dari air terjunnya, pemandangan alam, persawahan masyarakat sekitar, tradisi budaya masyarakat, dan juga panorama pegunungnnya. Air terjun ini berada pada ketinggian 1.438 meter dari permukan laut, dengan ketinggian air sekitar 105 meter. Demgan ketinggian seperti itu, maka jika dilihat dari bawah, air terjun yang turun dari atas nampak seperti butiran-butiran es bewarna putih. Tempat wisata ini memiliki fasilitas yang cukup baik, dan jalur transportasi yang mudah diakses .

Baca Juga:  Bangga! Vocalis Lagu Ayo Mondok Adalah Mahasiswa IAI Tribakti

Tak hanya panorama alam. Air terjun sedudo juga merupakan objek wisata budaya. Masyarakat setempat masih mempercayai, bahwa air terjun ini memiliki kekuatan supra natural. Setiap bulan muharram atau 1 sura, upacara ritual mandi sedudo selalu digelar di tempat ini. Warga nganjuk percaya bahwa bulan suro adalah bulan yang dapat membawa berkah dan bisa menjadikan awet muda. Selain sebagai tempat ritual mandi sedudo, air terjun ini juga digunakan sebagai tempat untuk upacara memandikan arca dalam ritual parna prahista.

Upacara purna prahista yaitu memandikan arca yang kemudian sisa airnya di percikkn untuk keluarga agar mendapat berkah keselamatan dan awet muda. Hingga sekarang daerah ini secar rutin melaksanakan acara ritual mandi sedudo setiap tanggal 1 suro. Pada tanggal 15 sura (peninggalan jawa) juga sangat ramai orang ke sedudo untuk melakukan ritul yang dilakukan masyarakat sekitar maupun luar daerah. Masyarakat sekitar juga membawa berbagai macam sesaji untuk melakukan ritual 1 sura berupa tumpeng atau bunga tujuh rupa. Tumpeng tersebut akan dimakan bersama jika acara ritual mandi telah usai.

Baca Juga:  Pentas Seni Teater Goesti, Mengetuk Kesadaran Hakiki keDIRIan

Oleh: A’yun

crew lp2m

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending