Oleh: Selah Nurul Ma’rifah

350 tahun lamanya, Belanda menjajah Indonesia dan 350 tahun pula berbagai pembodohan, penindasan serta perjanjian yang merugikan alam ini, dan berbagai hak bangsa indonesia dirampas olehnya, mulai dari hasil bumi, hingga pendidikan.

Pada masa inilah (kolonial belanda) membentuk pembodohan terstruktur nyata terjadi rakyat, pribumi yang miskin, tidak diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan, pendidikan hanyalah diperuntukkan bagi para bangsawan dan belanda itu sendiri.

Kenyataan ini membuat para pemuda geram dan bangkit untuk memperjuangkan kemerdekaan, agar segala penindasan dan pembodohan segera terhapus karena tidak sesuai dengan prik kemanusiaan dan keadilan, dikutip dari undang-undang dasar (uud) 1945, “Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, karena tidak sesuai dengan dengan prik kemanusiaan dan prik keadilan”. Budi utomo salah satunya, organisasi ini yang dibentuk dengan berawal perbincangan biasa antara Soetomo dan teman-temanya yang sekolah di Stovia, hingga akhirnya lahirlah dari perbincangan sederhana itu, membuahkan keberanian dan kekuatan serta gagasan kemerdekaan.

Mencapai kemerdekaan bukanlah suatu hal yang mudah dan ringan, ada banyak pengorbanan yang dilakukan dibalik semua itu. Fikiran, hati, tenaga, dan bahkan nyawa, semua harus rela dikerahkan dan  juga dikorbankan, Demi untuk mencapai kemerdekaan.

Pertumpahan darah telah terjadi untuk mempejuangkan bangsa indonesia, peristiwa bandung lautan api dan hingga akhirnya belanda mundur, itu salah satu keberhasilan untuk menyingkirkan dari bumi pertiwi ini dengan bantuan Jepang.

Jepang masuk ke Indonesia bukanlah untuk membantu saja, tetapi ada baksud lain dibalik itu, bahkan penjajah jepang dikatakan jauh lebih kejam dari Belanda sendiri…..

Baca juga  Peran MUI di Era Demokrasi
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *