26.5 C
Bandar Lor
Rabu, Februari 21, 2024

Refleksi Kebebasan Organisasi Mahasiswa

Organisasi di ranah Perguran Tinggi berbeda dengan organisasi yang berada di luarnya. Organisasi ini dibentuk oleh beberapa faktor seperti untuk mendukung perkembangan Mahasiswa dalam meningkatkan kreativitas, intelektual, kemampuan diri sehingga dapat lebih siap dalam menghadapi realitas sesungguhnya setelah lulus dari Perguruan Tinggi. Selain itu Organisasi Mahasiswa ada karena dorongan dari Mahasiswa sendiri untuk mengembangkan dan mewujudkan nilai nilai idealis mereka agar nantinya dapat menjadikan perubahan kearah yang lebih baik terhadap tatanan masyarakat yang ada. Poin adanya nilai idealis inilah yang menjadi pembeda dari organisasi lainnya, dimana dalam organisasi Mahasiswa mereka mencoba untuk mendiskusikan, merumuskan, dan mewujudkan dengan semangat generasi muda yang mulai belajar meninggalkan masa remajanya dan menjadi orang dewasa.

Semangat muda dalam organisasi Mahasiswa ini berbeda dari semangat organisasi yang dibawa oleh anggota yang masih berusia pubertas menuju remaja. Semangat organisasi Mahasiswa lebih menekankan pada pergereakan aksi nyata yang dapat menjadikan keadaan lebih ideal. Semangat pergerakan seperti ini terwujudkan dalam beberapa program yang diadakan oleh organisasi Mahasiswa seperti aksi demo, diskusi kritis, adu argumentasi, dll. hal macam itu dilakukan tak lain diantara tujuannya seperti semangat yang dibawanya yaitu mewujudkan idealis yang telah dirumuskan bersama dalam sebuah organisasi.

Baca Juga:  Pembukaan Madrasah Riset Agraria (MRA), Mengajarkan Untuk Peduli dan Menjaga Lingkungan

Idelis yang terus dirawat dalam Organisasi Mahasiswa dalam sejarahnya telah membuktikan bahwa dari sinilah perubahan kearah yang lebih baik itu dapat terjadi. Seperti pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia organisasi Mahasiswa menjadi salah satu faktor yang berperan penting untuk menumbuhkan semangat nasionalisme terhadap masyarakat Indonesia. Pada saat itu ada Organisasi Mahasiswa yang bernama Indische Vereeniging yang menerbitkan majalah Hindia Poetra. Organisasi ini merupakan perkumpulan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Belanda yang didirikan pada 1908. Setelah itu organisasi Indische Vereniging diganti dengan  Majalah Indonesia Merdeka yang diterbitkan oleh Mahasiwa Perhimpoenan Indonesia di Netherland atau Belanda pada tahun 1924. Sejak itu kesadaran untuk merdeka dari penjajahan semakin meluas tak hanya dalam Organisasi Mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan diluar negeri akan tetapi juga masuk ke dalam negeri sehingga munculah Organisasi Mahasiswa seperti Jong Java¸ Perserikatan Pemoeda Djawa, Madoera dan Bali, dll sampai akhirnya terbentuknya sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928.

Baca Juga:  Cegah Radikalisme Dengan Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Semangat Mahasiswa merawat idealis seperti ini dalam praktenya tentu tidak seperti membalikkan telapak tangan. Banyak tantangan yang harus dihadapi mulai dari perlawanan dari negara penjajah, perlawanan dari aparat pemerintahan, bahkan dari civitas Akademiknya sendiri. Perlawanan perlawan macam ini terwujud dalam rupa penculikan, pemenjaraan, penyiksaan, intervensi kegiatan, bahkan ancaman seperti nilai yang jelek, tidak dilulus luluskan, dan bahkan sampai ada yang di DO dari Perguruan Tinggi.

Pada era reformasi sekarang yang “katanya” zaman demokratis tak jarang masih ditemukan dan dirasakan oleh Organisasi Mahasiswa seperti beberapa ancanman yang tertulis dalam paragraf di atas. Berbagai hal kerap dilakukan dengan tujuan pembinaan terhadap Organisasi Mahasiswa agar lebih efisien dan tepat sasaran.  Akan tetapi, yang terjadi adalah menjadikan Organisasi Mahasiswa kebingungan dan ketakutan ketika berusaha mengajukan argumentasi, kritik dan solusi alternatif karena terlalu masuknya pihak luar ke dalam Organisasi Mahasiswa. Akhir paragraf, harapannya adalah semoga tak ada pihak yang menciderai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Di Perguruan Tinggi yang tertulis secara jelas bahwa Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh, dan untuk Mahasiswa. Bukan dari … , oleh Mahasiswa, untuk status quo.

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending