29 C
Bandar Lor
Selasa, April 16, 2024

Puasa Makin Nikmat dengan Ngabubu’Read’

Menunggu waktu buka saat berpuasa rasanya tidak seperti menunggu balasan chat si dia yang tak ada pastinya. Puasa menjanjikan kebahagian, paling nyata dapat dirasakan saat waktu buka. Kita akan merasakan kenikmatan membersamainya setelah seharian hanya bisa memandanginya. Ya, memandangi Mbak Kolak dan Mas Berkat. Aktifitas ini dalam bahasa sekarang biasa diistilahkan dengan ngabuburit.

Ngabuburit biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan, seperti jalan-jalan, bermain, bercengkerama, mencari takjil gratis, mendatangi pasar kuliner atau menghabiskan waktu di taman. Selain itu, kegiatan ngabuburit juga dapat berupa kegiatan yang positif seperti membaca. Akan tetapi, Sebelum kita bahas lebih dalam, saya perlu mengingatkan bahwa kenikmatan diatas tidak dirasakan bagi orang berpuasa yang sahurnya datas jam delapan.

Puasa di Bulan Ramadhan menjadi momen yang ditunggu tunggu oleh umat Islam. Bulan ini menjadi bulan istimewa karena di dalam bulan ini kebaikan yang dilakukan oleh orang muslim akan dilipat gandakan pahalanya. Sehingga puasa, yang berarti menahan makan dan minum mulai terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari seharusnya tidak menjadi hambatan menyurutkan semangat orang muslim dalam melakukan perintah keagamaan.

Selain pahala, juga terdapat beberapa manfaat yang akan didapatkan seorang muslim dalam melakukan ibadah puasa, seperti kesehatan tubuh, ketenangan batin dan kebaikan lainya. Ibadah puasa ini menjadi momen bagi yang melakukanya untuk membersihkan diri dan mendekatkan kepada Tuhannya.

Ketika orang muslim berpusa karena bulan Ramadhan maka orang tersebut melaksanakan perintah keagamaan yang di yakininya. perintah keagamaan ini merupakan kumpulan kaidah kaidah yang harus dilakukan oleh penganutnya. Kaidah ini memiliki kategori prioritas antara satu dengan lainya, sehingga seperti dalam ibadah puasa ada hal yang menjadi keutamaan untuk dilakukan bagi seseorang agar puasanya semakin sempurna. Diantara keutamanya adalah mencari ilmu. Kegiatan ini menjadi kegiatan yang sebenarnya juga sudah menjadi perintah selain bulan Ramadhan, akan tetapi akan lebih utama ketika dilakukan dalam bulan istimewa seperti bulan Ramadhan.

Baca Juga:  Santri dan RUU PKS

ngabuburit dengan membaca

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mencari ilmu, seperti ngabuburit dengan membaca. Dalam kandungan Surat Al-Alaq ayat satu sampai lima menurut tafsir al-Misbah ayat ini memberikan penekanan pada perintah  membaca untuk menjadi  landasan  dalam  pelaksanaan pendidikan Islam (Adib, 2022).

Ketika seseorang ingin memahami terkait beberapa hal dalam hidupnya, khususnya dibidang agama maka orang tersebut dianjurkan melakukan pembelajaranya dengan membaca. Seperti ketika orang menginginkan pergi kesuatu tempat liburan, maka dia harus membaca di berbagai penyedia informasi tempat liburan untuk mengetahui tentang tempat mana saja yang dapat dijadikan sebagai destinasinya, sehingga ketika melaksanakan liburan, orang tersebut tidak kecewa karena sedikit banyak sudah mengetahu terkait tempat yang akan dituju itu.

Menunggu waktu magrib dengan membaca adalah cara ngabuburit yang positif karena didalamnya selain mengandung keutamaan mencari ilmu dalam bulan Ramadhan juga merupakan kebutuhan kita untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Membaca sendiri sebenarnya memiliki arti yang luas, bukan hanya membaca buku keagamaan tapi juga membaca buku favorit dan membaca lingkungan. sehingga objek bacaan disini bukan hanya buku tapi dunia seisinya. Tapi apakah itu juga membaca yang menjadi keutamaan dalam bulan Ramadhan? Tentu saja, ketika itu tidak bertentangan dengan agama dan diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Baca Juga:  Santri dan Guru Beda Pilihan Politik, Apa yang Harus Dilakukan?

Menunda lapar dengan membaca

Membaca juga bisa dijadikan sebagai penunda lapar saat berpuasa. Bagi kalian yang lupa sahur saat malam hari atau yang gampang tergoda dengan pesoda indahnya Kelapa Muda, membaca bisa menjadi tips ampuh untuk memalingkan konsentrasi sehingga tak terhasut olehnya. Ambil saja buku kesukaan kalian dan konsentrasikan diri untuk membacanya.

Secara sains rasa lapar dalam diri kita, salah satunya terpengaruhi oleh Hipotalamus, merupakan bagian penting dari otak yang mengontrol banyak fungsi dasar tubuh seperti melepaskan hormon ke bagian lain dari otak yang disebut kelenjar pituitary. Hipotalamus adalah wilayah penting untuk mengintegrasikan sinyal dari jalur pusat dan perifer yang memainkan peran utama dalam pengaturan nafsu makan kita (Suzuki, 2010). Ketika tubuh kita kehabisan energi untuk menunjang aktifitas yang harus dilakukan maka otak akan secara itimatis memberikan sinyal lapar kepada diri kita.

Akan tetepi saat berpuasa, maka rasa lapar ini harus kita tunda pemenuhannya. Karena dalam proses ini terkadang sinyal lapar yang kita rasakan tidak mesti dari otak yang merespon tubuh kehabisan energi, tetapi mungkin juga dari hormon yang tidak seimbang sehingga menghasilkan ilusi lapar, perkara ini disebut sebagai lapar emosional.

Tanda lapar emosional biasanya adalah ingin makan makanan yang manis-manis saja. Contohnya seperti saat berpuasa kita sekrol status WA tiba-tiba muncul serangan iman gambar es campur, setelah itu langsung membuat jiwa meronta-ronta merasa lapar ingin es campur seperti dalam foto itu. Maka lapar emosional seperti ini seharusnya ditahan dulu sampai lapar yang asli datang agar tubuh semakin sehat.

Baca Juga:  Degradasi Progresivitas Mahasiswa Pasca Runtuhnya Era Fasisme (Orde Baru) ; Kemana Lagi Arah Mahasiswa?

Membaca sebagai puasa otak

Puasa merupakan usaha untuk menahan nafsu untuk kebaikan diri kita. Maka sejatinya dalam berpuasa diri kita akan bertambah tambah dalam kebaikannya. Bahkan tak jarang mereka yang telah selesai berpuasa juga tambah berat badanya. Jadi ketika tubuh ini dapat menjadi lebih baik dengan berpuasa menahan rasa lapar maka otak dapat berpuasa dengan membaca.

Membaca merupakan aktifitas yang menyangkut proses otak yang komplek. Mulai dari mata yang berusaha memindai satu persatu bentuk kalimatnya sampai ke titik pemahaman dalam otak dan diperdalam lagi ke kecerdasan hidup yang terletak pada alam bawah sadar seseorang. Sehingga membaca merupaakan perkara yang harus dilakukan sbagai sarana ketika hendak meningkatkan kemampuan dalam kognisi kita.

Merujuk dari artikel Big Think membaca memeliki berbagai manfaat, seperti membentuknya white matter baru di otak atau disebut juga substansia alba adalah bagian dari sumsum tulang belakang yang bertanggung jawab dalam memastikan komunikasi antara bagian-bagian otak dengan gray matter tetap berjalan dengan baik. white matter ini mengandung sel-sel yang dilapisi mielin, sehingga proses transmisi sinyal listrik antar sel saraf menjadi lebih cepat dan efisien. Sedangkan gray matter adalah bagian gelap pada sumsum tulang belakang yang memiliki bentuk menyerupai kupu-kupu. Bagian ini dibentuk oleh badan sel saraf, sel glial, dan empat tanduk (Tim Medis Siloam Hospitals, 2023).

Penulis : Sokhikhul Fahmi Al Qoyyid

Editor : Muhammad Afwan

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending