oleh : Moh.Randik

 

Kau tau betapa aku rindu turun hujan
Kau tau kala ia turun aku selalu mendengar bisikmu
Kala aku tak bisa mendengarnya
Hujan mewakili semuanya

Kau selalu berdebat dengan keadaan
Namun aku selalu berdebat dengan perasaan
Kau selalu menunggu berhentinya hujan
Sedangkan aku selalu menunggu turunnya hujan

Kau tak pernah memaknai hujan dengan perasaan
Kau hanya melihat ia turun dan membasahamu
Sedangkan aku selalu memberikan hatiku untuknya
Dan melihatnya dengan penuh senyuman

Apa lagi kala rindu tiba
Seolah sempurna diiringi rintikannya
Seolah ia tau akan sedihnya hati
Dan ia memberikan ketenangan

Ia selalu menyembunyikan air mata yang jatuh
Ia tak pernah mengeluh kala hati terus menyalahkannya
Ia justru memberikan ketenangan pada setiap aku menangis
Dan ia pun tak pernah berdusta dengan turunnya.

Baca juga  Tumpah Darah Tanah Air Ku
Tentang Admin

LP2M.Corong merupakan sebuah lembaga Pers yang berada di bawah naungan Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.
lembaga ini mewadahi seluruh mahasiswa yang ingin mendalami ilmu pengetahuan tentang tulis menulis, meliputi berita, esay, opini dan berita.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *