29 C
Bandar Lor
Selasa, April 16, 2024

Gimik Politik 2024; Meniti Antara Pesona dan Penipuan, Siapakah Pemimpin Sejati?

Pemilihan Presiden tahun 2024 akan menjadi penentu kemana arah Indonesia selama lima tahun kedepan. Harapanya, pemimpin yang akan terpilih dapat memajukan bangsa Indonesia dan konsisten dengan hal itu. Maka perlu untuk memilih pemimpin yang memiliki visi misi yang jelas dan mempunyai kredibilitas tinggi dalam mengatur segala elemen yang akan dipimpinnya. Faktanya, sampai saat ini terdapat banyak pemimpin negeri yang terseret masalah korupsi, berpihak pada korporat dan memanfaatkan rakyat. Tanpa pikir panjang mereka menggusur dan menangkap rakyat yang di anggap membangkang.

Keadaan ini demikian menyeramkan dimata rakyat yang rentan menjadi korban. Belum lama, kasus Rempang salah satunya, memperlihatkan betapa digdayanya kekuasaan atas nama negara. Maka pemilihan presiden tahun 2024 menjadi penting bagi semua orang untuk membawa Indonesia kearah barunya. Saat ini, beberapa calon presiden dan wakilnya berbondong-bondong untuk menawarkan gagasan apa yang akan dibawanya. Tak hanya itu, seakan merasa tak cukup, mereka juga menggunakan gimik untuk menggait suara masyarakat.

Baca Juga:  Jalan Terjal Petani Nusantara

Hasrat menilai orang lewat penampilan

Gimik menurut KBBI adalah gerak-gerik tipu daya aktor untuk mengelabui lawan peran. Secara umum gimik dapat dikatakan sebagai pemanfatan bungkus untuk mengelabuhi atau meyakinkan sesuatu. Gimik sebenarnya sering dilakukan dalam dunia marketing. Mereka memanfaatkan kemasan dengan menatanya sebagus mungkin untuk menarik pelanggan. Kalau dalam dunia politik, gimik biasa dilakukan untuk mencari dukungan. Gimik dalam politik dapat berupa peristiwa yang mengharukan dan menyentuh perasaan. Kata gemoy salah satunya, dulu kata ini memberikan maksud pada sesuatu yang menggemaskan, lucu, dan imut. Dengan sekenario yang sedemikian rupa, sekarang kata gemoy berubah maksudnya langsung menuju salah satu capres. Contoh gimik lain adalah kata Wakanda yang berasal dari film marvel. Sama seperti gemoy kata ini sekarang langsung menuju salah satu capres.

Ternyata strategi gimik ini cukup kuat untuk menarik masyarakat agar memilih capres tertentu. Contoh seperti di Filiphina ada tokoh Bongbong Marcos yang berhasil memenangkan lawan politisinya dengan sering aktif di media sosial dan mengadakan konser. dari sini, ketika masyarakat tidak pandai dalam memilih maka akan gampang kapusan oleh politisi. Masyarakat yang mudah tertarik dengan suatu gimik ini merupakan salah satu bentuk dari judgemental. Maksutnya adalah kecenderungan untuk menilai sesuatu dengan tergesa-gesa. Padahal judgemental kebanyakan mengarah pada hal yang negatif, sehingga penilaian secara tergesa gesa akan menimbulkan kesalahan. Hasrat menilai atau memilih sesuatu hanya dengan melihat luarnya saja akan sangat berbahaya ketika berhubungan dengan pemilihan pemimpin. Gimik yang diberikan oleh politisi merupakan luarannya, sedangkan poin penting yang harus dijadikan pertimbangan adalah visi misi, ide dan gagasan yang ditawarkan untuk kemajuan.

Baca Juga:  Antara Dunia Kampus dan Dunia Matrix

Pentingnya analisa

Terdapat beberapa kasus terkait judgemental. Apalagi, di negara Indonesia yang masyarakatnya sering sekali melakukannya. Dalam menilai orang misalnya, ketika melihat orang yang berpakaian rapi, memakai dasi dan sepatu maka langsung dianggap sebagai orang yang penting, terhormat dan harus disegani. Padahal belum tentu benar begitu adanya, mungkin saja ia adalah koruptor yang telah menghabiskan uang rakyat untuk kepentinganya sendiri. Atau sebaliknya ada orang yang memakai baju robek robek maka akan dinilai bahwa orang ini kotor, padahal belum tentu. Atau ada tokoh yang memoles dirinya gemoy, suka film anak muda, dan lain lain belum tentu itu sebenarnya yang terjadi.

Politik gimik yang dilakukan oleh paslon saat ini adalah bentuk untuk menggait suara, khususnya anak muda. Mereka yang sebelumnya tidak pernah berada di media sosisal atau kurang aktif saat ini berubah wajah menjadi orang yang sangat aktif sampai melakukan live di akunnya. Jangan sampai gimik ini akan mengaburkan inti dari gagasan yang seharuskan ditawarkan dan di uji oleh masyarakat. Perdebatan yang seharusnya diisi dengan adu gagasan berubah menjadi ajang adu gimik.

Baca Juga:  Tribakti turut berbagi pada bencana yang menimpa Donggala Sulawesi tengah

Penulis : M. Sokhikhul Fahmi

Editor : Afwan

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending