31.5 C
Bandar Lor
Selasa, April 16, 2024

Mukhasabah Puasa

Dalam berbagai kegiatan, puasa memiliki makna yang sama seperti kegiatan menunda sesuatu dengan tujuan memperoleh sesuatu yang lebih. Puasa seperti ini dilakukan oleh umat beragama maupun tidak mesti memiliki sebuah tujuan yang diharapakan. Dalam medis puasa dilakukan oleh orang yang hendak melakukan pengobatan operesi agar pengobatanya berjalan lancar. Puasa bagi orang yang memiliki sakit tertentu juga berarti menahan makan tertentu agar sakitnya tidak kambuh. Secara bahasa puasa berasal dari kata Shiyam atau Shoum yang dalam bahasa Arab artinya adalah menahan. Jika dilihat dari definisi itu maka puasa bisa dilakukan oleh berbagai kalangan untuk mendapatkan manfaatnya. Menahan sesuatu dalam beberapa saat yang selanjutnya akan bedampak pada sesuatu itu.

Proses menahan dalam puasa yang dilakukan manusia dapat berarti sebagai menahan nafsu dengan tujuan mengendalikanya. Meruju pada NU Online, profesor Quraish Shihab menjelaskan bahwa salah satu hakikat puasa adalah mengendalikan nafsu. Dan hal ini yang menjadi kunci utama dalam beribadah puasa. Nafsu merupakan salah satu bagian dari diri manusia yang tidak bisa dihilangkan. Nafsu merupakan keinginan yang ada dalam diri manusia. Maka nafsu dapat berarti keinginan yang berdampak baik dan keinginan yang berdampak buruk. Keinginan yang berdampak buruklah yang harus dikendalikan dengan berpuasa agar terhindar dari hal yang negatif. Dengan demikian, puasa menjadi penting untuk dilakukan oleh semua kalangan agar mendapatkan manfaat yang baik. dengan proses menahan dari nafsu atau keinginan yang akan berdampak buruk pada kehidupan.

Baca Juga:  Refleksi Renovasi Kedesaan Kita

Dalam pelaksanaanya puasa ternyata sudah dilakukan sejak zaman dahulu, bahkan sebelum munculnya agama Islam secara dhohir yang disebarkan oleh nabi Muhammad SAW. Merujuh Detik.com pada masa Yunani kuno, kepercayaan tentang puasa ternyata sudah ada, mereka percaya bahwa dengan berpuasa mengonsumsi makanan berisiko dapat mencegah masuknya kekuatan setan. Sehingga puasa diperlukan dalam persiapan untuk banyak ritual hingga mencari kontak dengan kekuatan supernatural. Selain itu, dalam agama mistik Helenistik, para dewa dianggap mengungkapkan ajaran ilahi mereka dalam mimpi dan penglihatan hanya setelah berpuasa, sehingga puasa dijadikan sebagai media untuk mempersiapkan diri bagi para penganutnya untuk mendapatkan ajaran ilahi mereka.

Puasa juga dilakukan oleh berbagai agama yang berasal dari langit atau agama samawi. Puasa dalam agama Kristen bererati berarti secara sukarela mengurangi atau menghilangkan asupan makanan untuk waktu dan tujuan tertentu. Dari agama Yahudi, puasa merujuk pada kegiatan tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama periode tertentu. Hal ini dimulai pada saat matahari terbenam dan berlangsung hingga keesokan harinya. Sedangkan dalam agama Islam puasa adalah salah satu rukun Islam yang harus dilakukan. Puasa dari berbagai macam pemahaman ini memiliki tujuan yang baik baginya masing masing, dan mempunyai cara pelaksanaanya masing masing.

Baca Juga:  Remembering 350 Tahun Masa Penjajahan

Puasa dalam diri 

Dalam agama Islam puasa dipraktetkkan dengan menahan lapar mulai dari terbit sampai terbenamnya matahari. Saat berpuasa umat islam dilarang untuk melakukan makan minum dan berbagai hal yang dapat membatalkan puasa. Puasa dengan menahan lapar ini memiliki manfaat untuk memperoleh kedekatan dengan tuhan yang maha kuasa. Sehingga puasa yang dilakukan itu bergerak kedalam diri muslim untuk lebih mengenal dan mendekatkan kepada tuhan. seperti yang dituliskan diatas, mendekatkan diri kepada tuhan ini dilakukan dengan mengendalikan nafsu sebagai kuncinya. Dalam keterangan lanjut yang disampaiakan profesor Quraish Shihab nafsu dibagi menjadi tiga Lawwamah, mutmainah dan amarotu bissuu. Nafsu pertama mendorong ancaman ketika melakukan perkara yang dilarang, nafsu kedua mendorong melakukan kebaikan, dan nafsu ketiga mendorong untuk melakukan keburukan.

Baca Juga:  Degradasi Progresivitas Mahasiswa Pasca Runtuhnya Era Fasisme (Orde Baru) ; Kemana Lagi Arah Mahasiswa?

Pengendalian nafsu ini juga berarti berusaha untuk mengendalikan nafsu yang sifatnya menghasilkan kenikmatan sementara untuk memperoleh kebaikan yang lebih banyak. Jadi ketika manusia melakukan puasa dia akan berusaha untuk menjadi manusia yang memiliki derajat yang tinggi karena tidak mengikuti kehendak nafsu yang kenikmatan sesaat belaka. Mereka berusaha mengatur dirinya, pola hidupnya, perilakuknya, pikiranya untuk senantiasa berusaha meninggalkan nafsu rendah yang hanya memperdulikan sedikit manfaat. Dan ketika demikian manusia ini akan lebih dekat dengan tuhanya.

Dengan demikian, seharusnya orang yang berpuasa akan memberikan dampak positif tidak hanya kepada dirinya tetapi juga kepada lingkungan iya berada. Ketika orang yang berpuasa tidak makan terlalu banyak maka sampah yang dihasilkanpun juga berkurang. Ketika orang berpuasa lebih sehat dengan mengatur pola makanya yang tidak berlebihan maka alam semstepun lebih sehat dengan tidak dieklploitasi berlebihan oleh orang yang berpuasa. Mengambil secukupnya menjadi nilai penting yang didapat dalam berpuasa. Alam semesta pasti memiliki keterbatsan dalam jumlahnya, sehingga mendorong manusia agar memnafaatkanya dengan secukupnya, dan berpuasa adalah salah satu caranya.

Penulis : Sokhikhul Fahmi Al Qoyyid

Editor : Muhammad Afwan

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending