31.5 C
Bandar Lor
Selasa, April 16, 2024

Cuci Mata untuk Kesehatan Otak Emang Bisa? Berikut Penjelasannya

Kesehatan otak adalah salah satu aspek penting bagi kualitas hidup manusia. Otak mengatur sebagian besar fungsi tubuh, seperti gerakan, emosi, ingatan, pembelajaran, dan pemecahan masalah. Bagaimana kalau otak kita tidak sehat? Fungsi tubuh kita terganggu, gampang emosian, cepat lupa, belajar berantakan, dan masalah tak terselesaikan.

Otak yang tidak sehat, membuat kualitas hidup menjadi turun. Kita kan tidak mau jika kualitas hidup kita turun. Benar begitu? Maka, penting sekali untuk menjaga kesehatan otak. Oke, lalu bagaimana caranya? Begini, salah satu cara untuk menjaga kesehatan otak adalah dengan melakukan aktivitas yang merangsang perkembangan dan fungsi otak, seperti membaca, berolahraga, bermain musik, dan lain-lain. Aktivitas-aktivitas ini dapat meningkatkan konektivitas, kapasitas, dan kemampuan otak dalam berbagai aspek, seperti kognitif, sensorik, motorik, dan sosial. Aktivitas-aktivitas ini juga dapat mengurangi stres, yang merupakan salah satu faktor resiko gangguan otak.

Kita ambil salah satu aktivitas yang dapat merangsang perkembangan dan fungsi otak, yaitu membaca. Kenapa membaca? Karena membaca adalah aktivitas yang sangat bermanfaat untuk kesehatan otak. Ada sebuah penelitian oleh Emory University’s center of neuropolicy menemukan bahwa membaca sebuah novel dapat meningkatkan konektivitas di korteks temporal kiri, yaitu area terkait penerimaan bahasa. Ketika membaca, neuron di area tersebut aktif dan menciptakan sensasi kisah yang dibaca. Oleh karenanya ketika kita membaca novel, otak dapat menciptakan sensasi dan mengimajinasikan kisah yang dibaca seolah-olah kita mengalaminya sendiri bukan? Dan bukan cuman itu, membaca benar-benar memengaruhi proses biologi di dalam otak.

Baca Juga:  Samin dengan Perlawanannya

Selain itu, membaca dapat meningkatkan kapasitas memori, yaitu kemampuan otak untuk menyimpan dan mengambil informasi. Membaca melatih otak untuk memproses dan mengingat kata-kata, gambar, dan pengetahuan yang dibaca. Sama seperti otot, otak perlu terus dilatih agar kuat, dengan membaca otak dirangsang untuk memerhatikan apa yang dibaca, memprosesnya, menyimpan, dan mengambil kembali informasi yang telah di proses. Latihlah terus menerus, maka, otak semakin kuat dan cerdas.

Membaca juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir secara berurutan, yaitu kemampuan otak untuk mengorganisir dan menghubungkan informasi secara logis. Membaca memaksa otak untuk mengikuti alur cerita dari awal hingga akhir, yang dapat meningkatkan fungsi memori jangka panjang. Pernah baca buku sejarah? Belum? Mulailah sekarang. Ini saat tang tepat untuk membacanya. Kenapa? Karena membaca buku sejarah dapat meningkatkan kemampuan berpikir secara berurutan, karena kita harus mengetahui kronologi, penyebab, dan dampak dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, serta menghubungkannya dengan kondisi saat ini.

Baca Juga:  Santri dan RUU PKS

Selain itu, membaca dapat mengurangi stres, yaitu kondisi psikologis yang dapat mengganggu kesehatan otak. Membaca dapat menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan perasaan tertekan dengan cara memberikan hiburan, relaksasi, dan ketenangan. Jika kita merasa stres, cobalah baca novel-novel romantis, buku motivasi, atau baca komik-komik lucu. Membaca novel romantis dapat meningkatkan hormon oksitosin, yang dapat meningkatkan perasaan nyaman dan percaya diri. Membaca buku motivasi dapat meningkatkan hormon dopamin, yang dapat meningkatkan perasaan senang dan bersemangat. Membaca komik lucu dapat meningkatkan hormon endorfin, yang dapat memberikan perasaan bahagia dan nyaman.

Membaca juga dapat meningkatkan empati, yaitu kemampuan otak untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Membaca fiksi dapat membuat otak lebih peka terhadap keadaan mental, keyakinan, keinginan, dan pemikiran orang lain, yang penting untuk hubungan sosial yang kompleks.

Baca Juga:  Bekal bagi Sang Pendidik

Membaca juga dapat meningkatkan kosakata, yaitu kumpulan kata yang diketahui dan digunakan oleh otak. Membaca dapat memperkenalkan kata-kata baru yang dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan berbahasa. Bacalah buku, apa pun itu. Semakin kaya kosakata seseorang, semakin mudah ia berkomunikasi, memahami, dan mengekspresikan diri.

Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa membaca memiliki banyak manfaat bagi kesehatan otak. Namun, tidak semua orang memiliki minat dan kebiasaan membaca yang baik. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, rata-rata lama membaca buku per minggu di Indonesia hanya 3,42 jam, yang termasuk rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya membaca untuk kesehatan otak. semoga minat baca kita semua meningkat, demi terjaganya kesehatan otak. Ketika otak sehat maka pikiran pun sehat, sehingga kualitas hidup meningkat. Terima kasih.

Penulis : Jamalulel

Editor : Afwan

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending