31.5 C
Bandar Lor
Selasa, April 16, 2024

Melihat Data Golput Tahun Lalu; Mungkinkah Pemilu Kali Ini Akan Terulang Lagi?

Apa yang terjadi pada politik di negara kita pada awal tahun 2024?  “..Politik di negara kita Indonesia sedang memanas puncaknya pemilu dilaksanakan tanggal 14 Februari dan Pilkada (Pilihan Kepala Daerah-reed) dilaksanakan nanti di November 2024, sudah jelas semuanya,”ujar Presiden saat memimpin rapat terbatas (Ratas) yang membahas tentang persiapan pemilihan umum (Pemilu) dan pilkada serentak tahun 2024 bersama jajarannya di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu, 10 April 2022. Dikarenakan mendekati pemilu yang bertujuan untuk memilih presiden wakil presiden, DPR RI, DPD,DPRD provinsi dan DPRD daerah. Oleh karena itu, banyak agenda kampanye tiap-tiap partai yang mengajak para masyarakat untuk mendukung partainya agar menang dalam pemilu tahun ini.

Baca Juga:  Keberagaman Indonesia Dalam Status Gawat

Dalam kegiatan pemilu kali ini hendaknya warnga Indonesia yang talah berusia 17 tahun keatas ikut berpartisipasi di tahun ini karena dengan ikut pemilu dapat menentukan arah bangsa,belajar bertangung jawab sebagai warga negara dan secara tidak langsung menandakan kedewasan berfikirdan bersikap.[1]

Data Golput Pada Pemilu

Melihat dari sumber pemilu pada tahun 2019  dan 2014, Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah masyarakat yang golput pada 2019 sebanyak 34,75 juta atau sekitar 18,02 persen dari total pemilih yang terdaftar. Sementara, pada 2014, jumlah golput sebanyak 58,61 juta orang atau 30,22 persen.[2]   Apa itu golput? Istilah golput sendiri mulai dikenal menjelang pemilu pada tahun 1971. Golput adalah sebuah pilihan warga negara untuk tidak memilih dan ikut.[3]  Jika di negara mengalami banyak golput maka terdapat kemungkinan akan menimbulkan gerakan radikal, pudarnya demokrasi, berpotensi memanipilasi suara dan merugikan negara.[4]

Baca Juga:  Peran MUI di Era Demokrasi

Oleh karena itu, kita sebagai generasi yang berusia 17 tahun keatas muda harus mengikuti pemilu yang diselengarakan oleh negara karena saat ini suara kita sangat dibutuhkan negara. Tata cara melakukan pemilu tidaklah susah yang harus kita lakukan hanyalah Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Adapun bunyi pasal tersebut menyatakan bahwa pemberian suara untuk pemilu dilakukan dengan cara mencoblos satu kali. Yakni pada nomor, nama, foto pasangan calon, atau tanda gambar partai politik pengusul dalam satu kotak pada surat suara untuk pemilu presiden dan wakil presiden.[5]

Setelah mengetahui keuntungan dan kerugian seputar pemilu kendaknya kita mengikuti pemilu yang berlangsung dengan baik ndan benar. Menurut anda apakah mengikuti pemilu itu sangat penting? menurut anda seberapa berharga suara anda dalam pemilu di tahun ini?

Baca Juga:  Mukhasabah Puasa

[1] https://www.idntimes.com/news/indonesia/leonardi/4-alasan-mengapa-generasi-millennial-harus-ikut-memilih-c1c2?page=all

[2] https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&ved=2ahUKEwipv-SOt_WDAxU3SGwGHRtpBkcQFnoECAoQAw&url=https%3A%2F%2Faclc.kpk.go.id%2Faksi-informasi%2FEksplorasi%2F20230809-apa-itu-golput-dan-pengaruhnya-terhadap-politik-berintegritas&usg=AOvVaw2HZvIvki6xWl7hfHI3rH9q&opi=89978449

[3] https://www.detik.com/jatim/berita/d-7150028/apa-itu-golput-ini-sejarah-hingga-alasannya

[4] https://lingkar.news/artikel/dampak-negatif-golput-dalam-pemilu-yang-harus-kamu-ketahui/

[5] https://www.kpu.go.id/page/read/1137/bagaimana-cara-memilih-pada-pemilu-2024

 

Penulis : Khenyo Wahyuningtyas Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Indonesia

Editor : Afwan

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending