31.5 C
Bandar Lor
Selasa, April 16, 2024

Makna dan Tujuan Akhir berpuasa

Setiap manusia mesti memiliki tujuan yang perlu dicapai agar hidupnya terarah. Umat Islam hidup di dunia bertujuan untuk menggapai ridho Allah SWT. Melalui ibadah seorang muslim menggunakannya untuk menggapai tujuan tersebut. Secara umum tujuan ibadah adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, makna dekat disini berarti dekat dengan kemurahan dan rahmat Allah yang hanya diberikan kepada hamba-Nya yang beriman.

Adalah sebuah kehormatan untuk orang yang berpuasa. Ia mendapat kehormatan dari Allah dengan dipanggilnya dengan sebutan “Yā ayyuhallażīna āmanụ” (wahai orang-orang yang beriman). Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ١٨٣

Arab Latin: “Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn.”

Artinya: Kepada orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan (juga) kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Arti puasa

Puasa atau Shaum atau Shiyam di dalam bahasa Al-Qur’an berarti menahan diri. Sebagaimana yang telah lumrah diketahui bahwa manusia adalah makhluk dwi dimensi, yaitu terdiri dari jasmani dan rohani. Tak dapat disangkal bahwa dorongan manusia untuk memenuhi kebutuhan jasmani ini sangat kuat, terutama fa’ali (makan, minum, dan hubungan seks). Ketiga hal ini menempati posisi teratas dalam kebutuhan dasar manusia. Daya tarik yang sangat kuat sehingga tak jarang manusia terjerumus olehnya. Puasa mendidik manusia agar mengontrol dan menahan dirinya dari kebutuhan-kebutuhan tersebut. Dari sini dapat dipahami mengapa syarat sahnya puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan hubungan seksual.

Baca Juga:  Refleksi Renovasi Kedesaan Kita

Puasa mengontrol naluri fa’ali manusia

Naluri binatang secara alamiah telah mengatur jenis, kadar, waktu makan serta tidur, dan hubungan seksualnya. Tapi tidak dengan manusia, karena ia diberikan kebebasan, jika tidak dikontrol ini dapat membahayakan atau paling tidak menghambat fungsi dan peran yang dituntutnya.

Manusia yang makan dan minum melebihi kebutuhan jasmaninya, bukan hanya ia menikmati makanan dan minuman tersebut tapi juga hal itu dapat mengurangi aktivitas dan menjadikan lesu sepanjang hari. Kita sering merasakan, kenapa kita setelah makan bukannya bertenaga malah mengantuk. Begitu pula dengan seks, jika berlebihan -sama seperti nafsu syahwat yang lainnya-, tak mengenal kata puas dalam penambahannya. Sebagaimana rasa gatal, semakin digaruk semakin enak. Tapi bila diperturutkan berlebihan, akan menimbulkan infeksi.

Baca Juga:  78 Tahun Indonesia Merdeka, mengumpulkan semangat perjuangan untuk menata masa depan.

Oleh karena itu, syari’at puasa diwajibkan agar Manusia melatih dirinya, mengontrol dan menahan diri atas dorongan naluri fa’ali-nya agar tidak terlepas.

Puasa disyariatkan agar manusia bertakwa

Allah SWT berfirman :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ١٨٣

Arab Latin: “Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn.”

Artinya: Kepada orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan (juga) kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Bagaimana puasa bisa mengantarkan manusia untuk bertakwa?
Takwa adalah menta’ati segala perintah-perintah Allah, dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan berpuasa manusia bisa bertakwa, maknanya adalah kamu dapat terhindar dari segala hal yang membawa bencana untuk kamu. Tujuan takwa ini bisa tercapai dengan menghayati arti puasa itu sendiri. Memahami dan menghayati arti puasa memerlukan pemahaman terhadap dua hal pokok menyangkut hakikat manusia dan kewajibannya di bumi ini.

Baca Juga:  ETIKA MAYORITAS DALAM BINGKAI PLURALISME

Tujuan akhir puasa adalah bersyukur

Prof. Quraish Shihab dalam kultumnya menyampaikan bahwa setiap hari kita berpuasa di dalam bulan Ramadhan untuk mendidik kita agar kita bertakwa kepada Allah SWT, agar kita terhindar dari bencana. Tetapi setelah selesai berpuasa bukan lagi tujuannya agar terhindar dari bencana, itu tujuan setiap harinya. Allah SWT berfirman:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.

Setelah hari-hari puasa telah sempurna, menyadari akan sebuah petunjuk dari Allah SWT, Allah maha benar, Allah maha besar. Setelah itu Tujuan utama puasa adalah agar kamu bersyukur. Mensyukuri atas besarnya karunia Allah SWT sehingga kamu bisa menjalani ibadah puasa.

Pada Akhirnya mari kita sama-sama meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan memperbanyak amal Sholih, menghindari segala keburukan dan bencana melalui berpuasa. Lalu, di akhir nanti kita panjatkan rasa Syukur atas nikmat karunia yang Allah berikan selama berpuasa.

Penulis : Jamalulel

Editor : Muhammad Afwan

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending