LP2M.Corong- Bentuk kesadaran Ketidak Netralan Media massa yang semakin memiliki peranan penting sebagai jembatan informasi dan komunikasi ke seluruh penjuru Nusanara, LP2M Corong kembali menggelar diskusi menyoal tentang COVER BOTH SIDE Pers Tanpa Kubu  (03-12-2019).

Diskusi ini berangkat dari kesadaran bahwa mengharuskan media untuk selalu netral, idealis dari keberpihakan dan berimbang dalam penyampaian informasi agar proses komunikasi tidak menyudutkan atau memancing sentimen golongan tertentu.

Menurut Ahmad Hidayatullah selaku pemantik mengatakan “sengaja saya mengangkat tema ini, karena bisa dilihat secara gamblang di era demokrasi saat ini, setelah kebebasan pers di tetapkan tepatnya di era Bapak BJ. Habibie, insan pers dan hak masyarakat untuk menyatakan pendapat dibebaskan justru menyimpang dari prinsip dan kode etik jurnalistik”.

saat ini kita bisa melihat bagaimana pers dan media menggunakan kebebasannya dalam mengumpulkan dan menyampaikan berita sehari-hari mulai dari politik ekonomi, olahraga hingga fenomena sosial masyarakat. Namun saat ini kita juga bisa menyaksikan bagaimana media berpihak pada satu kepentingan atapun satu golongan tertentu yang sebenarnya hal ini menyalahi prinsip, belum lagi ramainya praktek konglomerasi media yaitu saat media dikuasai oleh pribadi-pribadi yang juga terlibat dalam politik sehingga informasi dan berita yang disampaikan bertujuan untuk melayani kepentingan  politik konglomerat. Terusnya di tengah menyampaikan materi.

Dalam kaedah jurnalistik kita mengenal istilah Cover Both Sides yang bila diartikan secara sederhana artinya adalah berimbang tak memihak, tujuan dari prinsip ini adalah agar masyarakat bisa menerima informasi yang benar sebagaimana adanya tanpa tendensi apapun untuk menggiring masyarakat pada satu opini tertentu. Tegasnya.

 

Terlebih saat ini media sudah sangat mendarah daging dan bukan hal baru untuk di kenali masyarakat, hampir setiap hari, setiap waktu, bahkan media sudah menjadi konsumsi bagi masyarakat untuk mendapatkan suatu informasi baru, ini sangat mungkin akan terjadi satu konflik ataupun keributan bila media condong pada salah satu pihak ataupun golongan, sebut saja televisi saat ini, bisa dikatakan memiliki kecondongan pada beberapa kelompok, atau katakan saja tidak lagi menyampaikan isi informasi secara hakikatnya fakta yang ada (netral), melainkan adanya reduksi fakta yang memiliki kepentingan.

Baca juga  Bantuan Kedua Bencana Pasigala, Wujud Kepedulian TRIBAKTI Dan Al-Hikam Terhadap Korban Gempa, Tsunami Dan Likuifaksi

 

Reporter: Rohimin

Kiriman serupa

1 Komentar

  1. Semoga sahabat/i tribakti baik yg baru maupun yg lama bisa menganalisis berita dari mulai media televisi maupun koran ataupun yang lain dengan kaca mata ansos dan anwac, ketika membaca literatur apapun secara kritis dan teliti agar tidak terjebak dibalik suatu berita yg ada unsur kepentingan latensi yang terselubung….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *