31.5 C
Bandar Lor
Selasa, April 16, 2024

Kuliah Umum Ma’had Aly Lirboyo Kediri; Bersatu Dalam Keberbedaan Bernama Bangsa Indonesia

LP2M.Corong-Mata berkedip terbangun oleh notif pesan Watshap group berita Kampus, dalam pesan tersebut ada informasi akan berlangsungnya seminar kebangsaan yang diisi oleh Keynoot Speakser yakni Prof. Dr. Muhammad Mahfud MD.S.H.S.U, saya seketika terbangun lalu siap-siap untuk memanaskan sepeda antik era 94 untuk meliput acara tersebut.

Mengetahui hal tersebut, kami pun sebagai pers mahasiswa LP2M Corong sepakat meliput acara tersebut pada Minggu siang pukul 09.00 wib, tepatnya tanggal 14/07, Usai mendapatkan izin dari pimpinan untuk meninggalkan sebentar markas Lp2m Corong , saya bergerak menuju Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Menyusuri luas wilayah Pesantren Lirboyo, seperti memasuki kawasan penjara suci, dikiri kanan berdiri kokoh gedung-gedung, tempat para santri untuk menuntut ilmu Agama dan tempat berlangsungnya acara, yang dipenuhi ratusan Mahasantri Ma’had Aly, yang berbondong-bondong mengisi tempat yang kosong.

Baca Juga:  Rayon PMII Komisariat Tribakti adakan nobar dan bedah film senyap dalam rangka merawat sejarah PKI di Indonesia

Antosias Mahasantri sangat mengagumkan, sekitar 700 mahasantri yang hadir dan duduk fokus mendengar dan mencatat apa yang di utarakan oleh Mahfud MD. Tanpa pikir panjang, saya ikut kumpul ditengah para Mahasantri Ma’had Aly dengan nuansa pakaian kebangsaannya (berbaju kokoh,bersarung hitam dan berpeci hitam).

“Kita bersatu di dalam keberbedan, namanya bangsa Indonesia”, tutur Mahfud MD dalam mengisi dialok kebangsaan.

Saat saya sedang asyik mendengarkan ceramah dan menulis apa saja yang dismpaikan dalam dialog, ada salah satu mahasantri semester 5 asal Madura yang bernama Ahmad Hayumi memberanikan diri untuk bertanya.

“Mengenai masalah yang ada dalam fikiran saya tentang peralihan Indonesia, yang awlnya negra kesatuan sempat berubah menjadi negara federasi atau RIS (Republik Indonesia Serikat). Yang ingin kami tanyakan sebenarnya, dampak atau ancaman apa yang akan berlangsung sehingga negara-negara federasi sepakat untuk kembali menjadi Negara kesatuan”, tutur dalam pertanyaanya.

Baca Juga:  Lp2m corong mengadakan Pelatihan jurnalistik tingkat dasar (PJTD) Sebagai wadah awal para jurnalistik baru

Sangat menarik pertanyaan m dari untuk dijawan oleh narasumber, sepontan tampa menunggu lama prof Mahfud MD menjawab pertanyan dengan cara menceritakan sejarah ketika Indonesia merdeka 1945, ada beberapa poin yang menarik yaitu pada waktu Indonesia merdeka, belum ada negra yang mau mengakui, menurut konvensi wina 1938 Indonesia tidak boleh merdeka.

“karena indonesia tahun 40 dijajah oleh Jepang, sedangkan jepang kalah didalam perang duni ke 2, dalam konvensi wina negara yang kalah dikembalikan ke penjajah sebelumnya, waktu itu belum ada PBB, “Maka dari itu, Indonesia pada waktu itu memproklamasikan kemerdekaan bukan menerima kemerdekaan, berbeda dengan India yang dimerdekakan oleh Inggris karena dijajah sejak dulu, sedangkan Indonesia berbeda, Negara Indonesia merdeka bukan hasil warisan ataupun belas kasih, melainkan perlawanan atas nama kesatuan dan disahkan dengan pembacaan teks Proklamasi”, tutur Mahfud Md dalam menjawab pertanyaan.

Baca Juga:  Baksos Mahasiswa UIT Lirboyo di Desa Joho; Pengabdian Mahasiswa dalam Aksi Bersama

Menurut Bahril Aziz selaku peserta seminar kebangsaan tersebut menyatakan, “sangat kagum dengan antusias mahasantri yang ada di pondok pesatren lirboyo Kediri, karana melihat jumblah kuantitas yang sangat membludak”.

Ini sangat bagus untuk konsumsi pengetahuan baru bagi kalangan santri, kiranya untuk memupuk kapasitas diri di kalangan satri dan pendidikan nalar nasionalis, karena santri kini di gadang-gadang agar kiranya mampu menjadi pemuda agamis dan nasionalis, lantutnya.

Hdy/Rhm

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending