Zaman boleh berubah, lagi-lagi perlu di ingat tradisi tak boleh ditinggalkan. Banyak alasan mengapa orang enggan atau tak terpikir untuk minum jamu. Sebagian beralasan, jamu minim dukungan risetnya. Sebagian lagi ogah minum jamu karena rasanya yang kurang ramah di lidah, atau juga karena kemasannya yang dinilai masih kurang praktis. Ada juga yang anti jamu karena kekhawatiran akan keamanannya untuk dikonsumsi, takut merusak ginjallah, dan lain sebagainya, atau khawatir karena adanya produk-produk jamu yang memasukkan bahan-bahan yang tidak semestinya.

Minim risiko dan efek samping – dengan catatan digunakan secara tepat, jejamuan memiliki risiko dan efek samping yang lebih minimal dibandingkan dengan obat-obatan kimia buatan. Poin ini juga tentu menjadi daya tarik jamu.

Pengobatan tradisional ini ternyata banyak dilupakan oleh masyarakat perkotaan. Mereka lebih memilih pengobatan instan, cepat dan lebih ampuh walaupun bercampur bahan kimia. Tidak apa-apa, hanya bisa kita nilai dari efek sampingnya. Tak hanya sehat yang kita rasakan ketika membeli jamu tradisional, disitu juga kita membantu penjualan jamu tradisional agar tetap laris walaupun masyarakat kini banyak yang beralih ke pengobatan modern.

Oleh: Ahma Fahrozy

Baca juga  Menumbuhkan Nilai Toleransi Lewat Diskusi dan Pemutaran Film "Atas Nama Percaya"
Kiriman serupa