29 C
Bandar Lor
Selasa, April 16, 2024

Jalan Terjal Petani Nusantara

Hak asasi petani merupakan kumpulan beberapa perkara yang harus didapatkan oleh petani. Gagasan ini ada dimuali sejak tahun 1996-an. Awal mula gagasan ini adalah dari petani Indonesia yang tergabung dalam organisasi SPSU (Serikat Petani Sumatra Utara). Mereka berkumpul untuk membahas mengenai hak yang harus diperoleh oleh petani yang sering dipandang sebelah mata oleh rezim yang berkuasa. Organisasi ini menginisiasi hak asasi petani karena konflik yang terjadi antara petani dan pemangku kepentingan lain yang sudah berlangsung lama bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Tanah merupakan tempat yang harus dimiliki oleh petani untuk melakukan aktifitas cocok tanam. Akan tetapi, tanah juga menjadi lahan yang penting bagi para borjuis untuk melakukan aktifitas kapitalisasinya. Konflik akan terjadi ketika borjuis yang merasa memiliki hak untuk mengelola tanah memaksa mengakuisisi tanah sehingga yang terjadi adalah perebutan dari tanah petani. Indonesia sebagai negara yang mayoritas petani pastinya membutuhkan lahan yang luas untuk menunjang pertanian yang ada. Ketika tanah dipaksa dijual oleh pemerintah ataupun kaum beruang maka petani tidak akan bisa melakukan aktifitasnya lagi. Bahaya ini tentu tak hanya akan dirasakan oleh petani itu sendiri, tetapi juga akan dirasakan oleh manusia lainya.

Baca Juga:  Lingkungan Sosial, Kemiskinan dan Ketimpangan

Petani merupakan unsur penting dalam sebuah keberlangsungan kehidupan manusia. Mereka adalah orang yang memberikan kontribusi apa yang akan dimakan oleh orang-orang. Krisis pangan global yang terjadi pada tahun 2008 membuka mata dunia bahwa pertanian merupakan perkara yang harus dilindungi. Alhasil tahun 2018 setelah melalui masa panjangnya, hak asasi petani akhirnya di resmikan oleh PBB.

Konflik lanjutan

Meskipun sudah resmi tapi bukan berarti perjuangan petani dicukupkan sampai disitu. Petani yang seharusmya mendapatkan haknya atas tanah yang akan digarap untuk cocok tanam masih mengalami penjualan paksa oleh pihak pemerintah maupun konglomerat. Dalihnya adalah untuk kepentingan bersama. Akan tetapi, jika memang diperuntukkan kepentingan bersama maka yang lebih dibutuhkan adalah kesejahtetaan bagi petani yang selanjutnya berpengaruh pada kesejahteraan umum.

Baca Juga:  Hikmah Dibalik Kontroversi Kata Kafir vs Mawāṭīn

Sampai pada saat ini petani masih dianggap sebagai elemen yang kurang diperhatikan keberadaanya. Beberapa tempat konflik antara petani dan perusahaan besar terjadi dimana-mana, seperti di Pakel Banyuangi yang sedang berkonflik dengan perusahaan besar dan pemerintahan disana.

Penelitian yang dilakukan oleh Ratnasari dkk memperlihatkan konflik di Desa Nanggung dimana sebagian besar penduduk adalah perempuan yang sekaligus menjadi kepala rumah tangga. Mereka menjadi petani yang tidak memiliki tanah. Pekerjaanya hanya di lahan kecil yang terletak di dalam area tanah negara. Area ini sebelumnya dikelola oleh sebuah perusahaan swasta yang memegang izin konsesi resmi dari pemerintah pusat untuk membangun perkebunan industri. Situasi di Desa Nanggung mencerminkan ketidakadilan agraria di mana hanya 23% dari total lahan desa dimiliki oleh penduduknya dalam bentuk area perumahan, halaman, kebun, dan sawah. Sisanya dianggap sebagai tanah negara yang dikendalikan oleh perusahaan perkebunan swasta, PT. Hevindo, dan perusahaan kehutanan negara, Perhutani.

Baca Juga:  Antara Dunia Kampus dan Dunia Matrix

Kemakmuran masyarakat seharusnya ditingkatkan dengan memberikan akses kepada mereka terhadap modal, teknologi, pelatihan yang relevan, dan pasar. Indonesia sebenarnya sudah menginisiasi adanya revormasi agraria sejak dulu sebelum dunia. Akan tetepi, wacana masih tinggal wacana. Dalam pelasanaanya sampai sekarang belum juga terjadi secara Optimal undang-undang yang dibuat oleh pemerintah belum dapat memberikanhak yang harus didapatkan oleh petani. Ketika demikian maka hak petani harus diperjuangkan bersama sampai menuju keadilan.

Penulis : Sokhikhul Fahmi Al Qoyyid

Editor : Afwan

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending