LP2M.CORONG- Theater Goesti menyelanggarakan pentas seni yang berlangsung di Aula Mahrus Aly Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo kediri 17/03.

Dalam pementasan kali ini, Teater Goesti mengusung tema keDIRIan, adalah pengalaman diri individu itu sendiri yang menjadi patokan tema kali ini.

Mengingat seringkali pribadi seorang diri bertindak menyalahkan keadaan, bahkan fatalnya tuhan dianggap sebagai lakon utama dalam praktek ketidakadilan hidup.

“Untuk menyadarkan semua orang bahwa hal tersebut bukanlah masalah keadaan atau takdir, karena manusia punya cobaan dan manusia punya takdirnya masing-masing”, pungkas Ferdi salah satu anggota Teater Goesti.

ketua suku theater goesti menyatakan bahwa tujuan acara tersebut mengadopsi tema keDIRIan, (pengalama pribadi).

Selain itu, acara ini digelar bertujuan untuk memperkenalkan seni, drama sekaligus memperkenalkan kepada mahasiswa, terutama mahasiswa Tribakti sendiri bahwa Teater benar ada di Institut Agama Tribakti Kediri, dan Teater ini tergolong kategori UKM (Unit Kegiata Mahasiswa) yang ada dalam naungan kampus Tribakti.

Pementasan seni yang di gelar teater goesti tadi berjalan lancar, persembahan puisi berantai dari LP2M Corong sebagai pembuka, serta beberapa persembahan dari alumni Teater Goesti, hingga ke acara inti sekaligus penutup yakni pertunjukan drama teater yang diisi oleh para aktor Teater Goesti dengan naskah, ini salah siapa?, dengan Sulawesi sebagai sutradara.

Acara ini juga dihadiri tamu undangan dari komunitas teater lain seperti Teater Adab dari UNP, teater Segara dari UNISKA, teater Kanda dari IAIN Kediri, teater Kawulo dari UNIWA dan teater Sangsekerta bahkan dari Koteka sendiri turut berpartisipasi dalam acara pentas seni tersebut.

(Imd/Muhm)

Baca juga  BEM FS Hadirkan UUPA di Tengah Mahasiswa
Tentang Admin

LP2M.Corong merupakan sebuah lembaga Pers yang berada di bawah naungan Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.
lembaga ini mewadahi seluruh mahasiswa yang ingin mendalami ilmu pengetahuan tentang tulis menulis, meliputi berita, esay, opini dan berita.

Kiriman serupa