30.4 C
Bandar Lor
Sabtu, April 13, 2024

Gus Baha Hadir Ditengah-tengah Acara Yudisium

LP2M.Corong-Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo menggelar acara Yudisium Program Sarjana dan Pascasarjana Fakultas Tarbiyah, Dakwah dan Syari’ah di Aula Mahrus Aly, Senin 21/10.

Peserta yudisium sekitar 509 wisudawan dan wisudawati. Bahkan menurut Yasin Nur Falah, M.Pd.I, selaku ketua Panitia Yudisium tahun ini, bisa dibilang istimewa dan banyak pihak yang puas dengan acara tersebut, pasalnya yudisium tahun ini bersifat terbuka untuk umum sehingga jika ditotal secara keseluruhan kurang lebih berjumlah 2000 peserta yang hadir.

Acara yudisium tersebut dalam rangka menyambut harlah Tribakti dan wisuda. Dari acara tersebut, Mahasiswa yang akan wisuda mengetahui apakah mahasiswa tersebut layak diwisuda atau tidak, tentu dengan ketentuan syarat lulus semua nilai akademik dan tidak mempunyai tanggungan administrasi.

Baca Juga:  BEM FS Mengadakan Observasi Lapangan Guna Mendalami Kewirausahaan dan Tindak Lanjut pada Seminar ENTREPRENEURSIHIP

Tepat pukul 09.03 WIB acara dimulai dengan menyanyikan lagu indonesia Raya dan Mars Tribakti, Kemudian dilanjutkan pembacaan SK yang dibacakan oleh dekan dari masing-fakultas, setelah itu menyanyikan lagu syubbanul wathon lalu dilanjukan sambutan Rektor KH. Kafabihi Mahrus dan sambutan wakil rektor I KH. Reza Ahmad Zahid, Lc.MA.

Pada Orasi Ilmiah Yudisium kali ini menghadirkan KH.Bahauddin Nur Salim atau akrab disapa Gus Baha’ dengan mengambil tema “Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Al-Qur’an Di Era Milenial,”

Gus Baha’ pada kesempatannya, menjelaskan penelitiaanya dengan para ahli tafsir diantaranya adalah Dr.Quraisy Shihab. Beliau berusaha menjadikan manhaj al-Qur’an itu mudah dengan menggunakan kitab syajarotul Ma’arif Wal Ahwal, karangan Sulthonil Ulama’ Syaikh ‘Izzudin bin ‘Abdissalam sebagai kajian utama.

Baca Juga:  Pentas Seni Teater Goesti, Mengetuk Kesadaran Hakiki keDIRIan

“Syekh izzudin menjadikan mudah, Peritiwa-peristiwa khusus yang ada di Al-Qur’an ditaghwib secara umum. sehingga al-Qur’an bisa dijadikan pegangan dan mengawal kita Ilaa Yaumil Qiyaamah,” kata beliau Gus Baha’.

Beliau mencoba mengambil contoh, pada باب نا في العباد لكل البلاد, bab yang menjelaskan seseorang itu harus bermanfaat dimanapun iya berdomisili. Dalam hal ini syekh izzudin dengan mudah bilang:

قال تعالى : حاكيا عن عسى ابن مريم وجعلني مباركا اينما كنتم

Saya adalah orang yang hidup dimana-dimana selalu membawa berkah.

“Sehingga saya di Rembang, Lirboyo ataupun dimanapun etikanya satu, harus bermanfaat”, Lanjut Gus Baha.

 

 

Reporter: Usman

Editor     : Hidayatullah

 

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending