24.9 C
Bandar Lor
Rabu, April 24, 2024

Diskusi Fakuktatif BEM FS IAIT Hadir Kembali Dengan Konsepan Baru

Lp2m.corong- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syari’ah (BEM-FS) kembali mengadakan Diskusi Fakultatif prodi Perbankan Syari’ah yang ke dua di semester genap dengan konsepan yang berbeda dari sebelumnya.  (17/03/2021)

Diskusi fakultatif kali ini dilaksanakan di luar kampus karena menurut Ahmad Badi, S.H.I., M.Pd.I,  Selaku Wakil Dekan III Fakultas Syariah mengatakan bahwa  lingkungan akan berdampak pada psikologis dan psikologis atau pun sesorang diakui maupun tidak itu juga akan berdampak pada kecerdasan dalam berfikir. Sebab lingkungan dapat mempengaruhi kecerdasan dalam berfikir

Diskusi yang dilaksanakan di Cafe Coretan Sarjana Gerbang Lama  ini mengangkat tema yang sedang banyak dibicarakan dikalangan perbankan yaitu mengenal Bank Syari’ah Indonesia.

Baca Juga:  Sukseskan Visi Misi, Fakultas Syariah IAIT gandeng DPW APSI Jawa Timur
Gambar diambil oleh Huna dan Aam

“Fungsi diskusi fakultatif ini kalo sahabat-sahabati lebih bijak dan lebih cerdas ini peruntukan untuk menangkap atau isu-isu kontenporer. Sebab telah ditetapkannya Bank Syari’ah Indonesia yang dinaungi oleh BUMN. Maka sangat cocok ketika diskusi fakultatif menyinggug pesoalan tersebut, ” tambahanya.

Hadir sebagai pemantik yaitu Kaprodi Perbankan Syari’ah, Sutantri, S.E.I,. M.E. dan moderatori oleh Imam Sya’roni mahasiswa prodi Perbankan Syari’ah semester VII dan dihadiri oleh Wakil Dekan I dan II Fakultas Syari’ah.  Serta diikuti oleh mahasiswa Fakultas Syari’ah dan perwakilan pengurus RKM dan UKM IAI-Tribakti Kediri.

“Sebagai kader-kader Bank Syari’ah, karena kita tidak melulu masalah apa sih riba? dan lain-lain. Tetapi  harus mengetahui dari segi teknis nya dan segi prakteknya. Karena pelajaran teori yang kita kaji selama di kelas itu tidak akan sesempurna yang di teori. Dalam artian itu dalam prakteknya pasti berbeda.” Kata Imam Sya’roni, sebagai moderator dalam membuka diskusi pada siang itu.

Baca Juga:  Menimbang Pasal Kontroversi Omnibus Law, MPM IAI Tribakti Buka Forum Terbuka Undang Ketua DPRD KAB Kediri
Gambar diambil oleh Huna dan Aam

Bank syari’ah pertama kali ada di Indonesia adalah bank muamalah pada 1992 kemudian disusul oleh bank syari’ah mandiri pada 1999 hingga munculah undang-undang syari’ah pada tahun 2000 untuk pengelolaan dan program pun di secara langsung namun pertahap hingga kini munculla bank syari’ah Indonesia yang terdiri dari syari’ah mandiri, BNI Syari’ah dan BRI Syari’ah. BSI ini yang menampung bank yang di bawah BUMN atau bank milik Negara.

“Merger ini terjadi pada tanggal 1 februari 2021 ini merupakan sejarah baru bagi perbankan syari’ah dan yang di merger ini adalah bank-bank milik BUMN. Dalam merger itu ada yang berganti mulai struktur, kepemimpinannya itu berbeda, nama banknya itu berbeda logonya pun juga berubah”. Tutur sutantri, S.E.I,. M.E. dalam menyampaikan materi terkait bank syari’ah Indonesia.

Baca Juga:  Talk Show Dies Maulidiyah 14 LP2M Corong

Reporter: Huna

Editor: Novi

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending