LP2M.Corong- Badan Eksekutif Mahasiswa Institut (BEM I) Suguhkan acara seminar bertemakan Upaya Agama dalam Mengawal Masyarakat Lemah (20/02/2020)

Dengan mengusung Empat pembicara sekaligus, dan dimoderatori oleh Bpk. Khoirul Mustamir salah satu dosen IAI Tribakti, acara seminar BEM I berhasil menggugah masyarakat kampus hingga Aula Mahrus Ali membludak tidak cukup menampung peserta yang hadir,  sehingga beberapa peserta rela duduk di lantai demi mengikuti acara tersebut.

Hal ini menjadikan panitia mengalami sedikit kewalahan karena membludaknya peserta diluar perkiraan. Terlihat juga Peserta seminar tidak hanya dari kampus internal Tribakti sendiri melainkan dari kampus sekitar Tribakti, tak lupa mahasiswa kampus IAIN Tulungagung hadir untuk mengikuti seminar tersebut .

Tidak tanggung-tanggung pemateri yang di hadirkan dalam acara tersebut adalah tokoh-tokoh yang begitu familiar di kalangan agamawan, yaitu Bpk. Prajitno Sutikno (Ketua Umum yayasan Tri Dhrama Tjoe Hwi Kiong), Bpk. Sutarto (Presedium MLKI Kota Kediri), Reza Ahmad Zahid Lc.MA. (Wakil Rektor 1 IAI Tribakti Pengasuh Ponpes Al- Mahrusiyah) Pdt. Gideon Sucahyo, STH (Pemimpin Gereja Gup).

Gambar Diambil Oleh Panitia
Gambar Diambil Oleh Panitia

Menurut Faqih Al Fida selaku ketua panitia, “Seminar kali ini membahas tentang bagaimana peran agama dalam mangayomi bermasyarakat yang lemah.”

“Kami mengusung tema ini bertujuan  agar kita  lebih menanamkan keterbukaan terhadap sesama,dan  menjadi orang yang menerapkan nilai-nilai toleransi terhadap sesama umat beragama terlebih terhadap kaum mustadafin”, Imbuhnya.

Untuk persiapan panitian menyiapkan acara ini kami persiapan selama dua hari sebelum Hari H,  tetapi untuk perizinan materi kita sudah melakulan perizinan seminggu sebelum acara dimulai.

Sebenarnya kami hanya menyiapkan 150 kursi untuk peserta dan 150 setifikat.  Namun ternyata ada miskomunikasi dari panitia. Karena ada dari dosen kami yanki Bpk Mukhlison.M.Pd salah satu dosen pengampu di IAI Tribakti yang mewajibkan mahasiswa ikut seminar sebagai mata kuliah pengganti, dan kami bemum menggarap kekurangan sertifikat dikarenakan kami tidak tahu sebelumnya” Lanjutnya.

Jajaran Dewan Dekanat dan Para Pemateri
Jajaran Dewan Dekanat dan Para Pemateri

Yang menjadi fokus sasaran kali ini yaitu mahasiswa. Dengan tujuan agar mereka bisa menanamkan toleransi pada dirinya sendiri, dan tidak merasa selalu benar karena turunnya agama itu untu kemanusiaan itu sendiri Rahmatallilalamin.

Pada kesempatan kali ini, sang pemateri mengulas tentang berbagai agama dalam mengawal masyarakat lemah. Dalam pembahasan ini pula pemateri membuka kesadaran para peserta bagaiman kita harus menghormati agama lain, dalam menyampaikan materi Bpk. Prajitno Sutikno menegaskan, hubungan agama dan kemanusiaan dalam agama konghucu ialah agama mengawal masyarakat yang lemah, saya mengambilnya yang pertama adalah kemanusiaan atau humanism. dimana  humanisme itu mempunyai sifat manusiawi atau sesuai progam manusia dalam agama. Moral menjadi inti dari ajaran agama untuk sesama, agama dan kemanusiaan bisa terjalin kerja sama secara harmonis sehingga kesenjangan dapat dihilangkan. Karena pada dasarnya agama adalah untuk kebahagiaan dan kebaikan bersama untuk umat manusia. Tuturnya

Baca juga  Menimbang Pasal Kontroversi Omnibus Law, MPM IAI Tribakti Buka Forum Terbuka Undang Ketua DPRD KAB Kediri

Pad. Gideon Sucahyo, menegaskan Tuhant tidak menyukai mereka yang lebih mengutamakan syariat-syariat agama tetapi meninggalkan kewajiban untuk menjalin kebahagiaan dengan sesama. Dan kemudian yesus melihat orang sakit, dan dikatakannya yaitu belas kahisan, menolong dan toleransi, ajaran kristen yang benar bukan hanya bagaimana masuk surga tetapi bagaimana hidup sejahtera. Apa yang kamu berikan ke umatmu sekalipun itu sangat miskin dan sederhana semua itu sama engkau lakukan untukku.

Panitia Foto bersama segenap pemateri
Foto Panitia bersama segenap jajaran pemateri

Menurut Reza Ahmad Zahid, “semua agama itu sama menolong makhluk yang lemah. Dalam islam itu dikatakan rahmatan lil alamin yang artinya rahmat untuk semua. Sehingga jika dikatakan islam itu rahmat lil alamin berarti islam itu memberi rahmad dan kasih sayang utuh terhadap semua. sehinggal muncul kajian” fiqih sosial, fiqih muamalah yang merupakan lanjutan dari al islamu rahmatan lil alamin, dan tidak menutup kemungkinan semua agama pasti mempunyai konsep kasih sayang seperti halnya didalam agama islam.

 

Reported BY   : Ayu Novitasari

Editor              : Rhm

 

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *