31.5 C
Bandar Lor
Selasa, April 16, 2024

Bias Aksi; Ketika Mahasiswa banyak gaya tiada guna

Dalam banyak hal, kita cenderung lebih suka untuk beraksi dari pada tidak beraksi sama sekali, meskipun tidak ada indikasi bahwa aksi tersebut memberikan manfaat apapun, alias tidak berguna.

Bias aksi adalah sebuah fenomena psikologi yang dapat menjelaskan mengapa diam itu membosankan dan bagaimana kita kerap terjebak pada tindakan-tindakan tidak penting. Hanya demi menghindari tidak ngapa-ngapain.

Dalam konteks psikologi, bias aksi mengacu pada dorongan seseorang meskipun tidak ada indikasi bahwa tindakan tersebut akan menguntungkan mereka. Dalam hal ini, mengambil tindakan merupakan respon otomatis yang tidak didasarkan pada pemikiran logis atau evaluasi.

Penjaga gawang misalnya, cenderung melompat ke kiri atau ke kanan saat ingin menahan tendangan penalti, padahal secara statistik mereka akan lebih baik jika tetap berada di tengah gawang. Tapi faktanya, seperti dalam beberapa penelitian sangat jarang sekali bagi seorang kiper untuk tetap berdiri diam di tengah gawang.

Baca Juga:  Dpr Kipas-Kipas Uang Saat Sidang

Lantas apa yang memaksa kiper untuk melompat, alih-alih bertahan di tengah gawang? Jawabannya karena itu lebih keren, seorang kiper melompat ke salah satu sisi gawang agar terlihat bekerja, aktif, dan tidak memalukan ketimbang diam berdiri di tengah gawang. Bagi kebanyakan orang termasuk kiper, lebih memilih untuk melakukan sesuatu daripada tidak melakukan apa-apa, meskipun hal itu tidak berguna. Itulah bias aksi.

Di berbagai bidang, bias aksi kerap ditemukan dan tak jarang membawa kerugian yang signifikan. Seorang dokter lebih memilih untuk memberikan resep kepada pasien yang tidak memenuhi kriteria diagnosis yang cukup ketimbang tidak melakukan apapun. Mahasiswa yang banyak gaya, melakukan aksi-aksi yang terkadang tidak diperlukan, hanya karena hal itu lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.

Baca Juga:  Benih-benih Pendekar Pena Mulai Bermunculan

Sebuah penelitian berjudul “Action bias and environmental Decisions” yang dilakukan pada tahun 2000 oleh Anthony Patt dan Zeckhauser, menunjukkan bagaimana para pembuat kebijakan cenderung mementingkan kesan yang menonjol akan memberikan hasil yang tidak efektif. Ini tentu saja untuk memberi pencitraan bahwa sesuatu sedang dilakukan, padahal sebenarnya memberikan efek yang minimal. Sayangnya bias yang ada dalam masyarakat membuat mereka memuji tindakan yang kosong meski tidak ada kemajuan nyata yang dibuat.

Kita lebih menyukai aksi ketimbang berdiam diri. Kita bahkan selalu menghubungkan produktivitas dengan mengambil tindakan dan menyibukkan diri. Padahal, dalam banyak situasi, seringkali orang yang tidak bertindak, yang mampu menahan diri, yang memilih untuk menunggu, merekalah yang biasanya akan memberikan nilai yang lebih besar.

Baca Juga:  Santri dan Guru Beda Pilihan Politik, Apa yang Harus Dilakukan?

Bias aksi adalah sebuah respons otomatis berdasarkan dorongan emosional alih-alih logika. Demikianlah, kita harus selalu menghindarinya walau itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Berpikir lebih jauh, mengamati lebih banyak, melakukan observasi mendalam, atau hanya menunggu hingga kita betul-betul tahu apa yang harus dilakukan, sejatinya merupakan pilihan yang lebih baik. Sebab memprioritaskan tindakan tanpa alasan memadai berpotensi menyebabkan kesalahan penanganan situasi, membuat kita menempuh rute yang kurang efektif, sebuah jalan yang berujung pada hasil yang buruk. Satu tindakan memang bernilai lebih dari ribuan kata. Tetapi ingat, diam adalah emas.

Penulis : Jamalulel

Editor : Afwan

Sumber : https://scholar.google.co.id/scholar_url?url=https://link.springer.com/article/10.1023/A:1026517309871&hl=id&sa=X&ei=Img6ZdbtN4-8ywTFg6egBg&scisig=AFWwaebkBjxXoQclgoh7jQXzJI5x&oi=scholarr

Nikolopoulou, K. (2023, 30 Maret). Apa Bias untuk Bertindak? | Definisi & Contoh. juru tulis. Diakses pada 23 Oktober 2023, dari https://www.scribbr.com/research-bias/bias-for-action/

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending