Tahun baru merupakan tahun dimana di rayakan pada tanggal pertama di awal bulan dalam satu tahunnya, ada 6 kalender indonesia yang berlaku di negara ini  antara lain kalender hijriyah, masehi, jawa, sunda, saka dan saka bali. Dalam setiap masing-masing kalender memiliki kisah yang berbeda- beda serta penyebutan bulan yang berbeda- beda pula. pada kali ini kita akan membahas tentang kalender islam atau yang dikenal dengan kalender hijriyah, berawal dari muharrom, shoffar,robi’ul awal, robi’ul tsani, jumadal ula, jumadil akhir,rojab, sya’ban, romadhan, syawal, dzulqo’dah, dzulhijjah berakhir pada bula haji yang bertepatan dengan idhul adha yang telah kita laksanakan baru-baru saja.

Setelah tersebarnya agama islam di penjuru dunia dan setelah rasullah menyebarkan semua syariatnya, islam juga tak serta merta meninggal hari-hari besar dalam setiap tahunnya diantaranya:

  1. 1 muharrom
  2. kejadian Isro’ mi’roj yang mana pada waktu itu rasul mesyariatkan kita untuk melakukan sholat 5 waktu
  3. Idhul Adha
  4. Idhul Fitri
  5. Maulid Nabi Muhammad SAW

1 Muharrom merupakan hari besar pada kalender hijriyah , dimana hari ini bertepatan dengan hari tahun baru islam, tak hanya di tahun masehi yang memiliki tahun baru, hijriyahpun memiliki tahun baru hanya saja dalam segi perayaannya yang berbeda. Dalam kenyataannya dalam merayakan tahun baru masehi yang bertepatan dengan 1 januari lah yang ramai di rayakan di ibu kota dan pusat-pusat keramaian kota  oleh semua kalangan, dari suara petasan, kembang api , terompet bahkan kemeriahan yang lainpun terpancar pada malam itu.momen ini juga menjadi kesempatan oknum untuk melakukan  Kejahatan yang sengaja bertebaran di tengah-tengah hiruk pikuk kemegahan mereka. Berbeda dengan tahun baru hijriyah yang tak banyak umat islam merayakan moment ini dengan berdoa bersama

Baca juga  Pelatihan Desain Website Berbasis Jurnalistik Tekankan ATM, (Amati, Tiru, Modifikasi)

Berharap pada tahun yang akan datang mereka bersemangat untuk melakukan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah. Tak sedikit dari mereka melakukan puasa di awal bulan ini dengan tujuan agar pada awal tahun mereka sudah melaksanakan amal kebajikan dan mendapatkan pahala kesunnahan puasa. Begitulah fenomena perbedaan yang kita saksikan pada setiap tahunnya.

Allah memberikan keistimewaan pada bulan muharrom ini tentunya, terkhusus pada tanggal 10 muharrom banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tanggal ini antara lain;

  1. Terbunuhnya S Husein pada perang karbala
  2. Allah menyelamatkan bani israil dari musuhnya
  3. Berlabuhnya perahu nabi Nuh di bukit Judi
  4. Allah meyelematkan Nabi Musa dan kaumnya dari kejaran fir’aun kemudia Allah menengelamkan fir’aun dan pasukannya di laut merah
  5. Nabi Ibrahim lahir dan diselamatkan dari kobaran api Raja Namrud
  6. Nabi Idris di angkat ke langit
  7. Nabi Yunus di keluarkan dari perut ikan

Menurut adat jawa yang masih kental pada tanggal 10 muharrom atau yang biasa di sebut dengan syuro mereka terbiasa melakukan adat mereka seperti mencuci keris, pedang dll serta mencari kesaktian dengan cara bertapa dan tirakat seperti berpuasa dll. Di daerah yang masih kental dengan adatnya,  kebiasaan ini masih saja  dilaksanakan seperti di daerah ponorogo,….adat ini masih saja di anut dari kakaek moyang mereka hingga saat ini. dll selain adat jawa yang menyakini bahwasanya 10 muharrom merupakan hari untuk mencari kesaktian berbeda dengan orang syiah, mereka menyakini bahwa pada tanggal ini merupakan hari berkabung besar terhadap peristiwa terbunuhnya S Husein putra dari S Ali cucu Rasulullah pada perang karbala dengan cara yang sadis. Maka dari itu setelah kejasian tersebut tepat pada tanggal 10 muharrom orang-orang syiah biasa menangis, berteriak histeris bahkan melukai diri mereka sendiri guna mengenang kematian sang Imam.

Baca juga  Ada Udang Dibalik Undang-undang PERDA, MPM Hadirkan Talk Show Pemuda Sadar Hukum

Padahal Rasulullah telah menganjurkan kepada ummat mendekatkan diri kepada Allah,berpuasa dan bershodaqoh pada tanggal 10 muharrom ini, bukan menjadikan  menjadikan hari ini  untuk mendapatkan kesaktian atau bahkan dijadikan hari berkabung. Anjuran Rasullah berpuasa sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita, dulu rasullah berpuasa pada tangal 10 muharrom sebagai tanda syukur atas peristiwa-peristiwa kebesaran Allah pada nabi- nabi terdahulu, kemudian Rasul menambah 1 hari sebelumnya yakni tasu’a agar puasa umat islam tiak menyamai dengan kaum yahudi, dalam hal itu Rasul pernah bersabda “jika aku masih di beri umur maka aku akan menambah 1 hari puasa sebelum tanggal a’syura  yakni tasu’a” akan tetapi pada muharrom selanjutnya Rasul sudah wafat maka rasul belum sempat menunaikan puasa pada hari tasu’a

Selain berpuasa Rasul menganjurkan pada ummatnya untuk bershodaqoh kepada anak yatim piatu, fakir miskin dan di anjurkan pula untuk mengungkapkan kasih sayang kepada keluarga, anak kecil, yatim piatu serta fakir miskin. Menjenguk orang sakit juga termasuk poin kita berbagi kebahagiaan pada tanggal 10 muharrom ini. hiburlah dia yang sakit lalu mintalah doa karna meminta doa kepada yang sakit itu akan di istajabah oleh allah

Jadi islam menganjurkan untuk saling menyayangi dan mengungkapkan kasihnya pada setiap hari hanya saja pada tanggal 10 muharrom cukup di ungkapkan dengan hebat.

Kiriman serupa