LP2M CORONG- Sabtu (26/18), Halaqoh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren Se-Indonesia menyelenggarakan Muktamar III dan Seminar Nasional dengan tema “Mengukuhkan Integritas Mahasiswa Santri Menyambut Tahun Demokrasi”.

Halaqoh ini diselenggarakan pada hari Rabu-Sabtu tanggal 26-29 September 2018 dan dihadiri oleh 196 Mahasiswa Santri perwakilan dari Perguruan Tinggi berbasis Pesantren Se-Indonesia.

Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Al-Muhsin Yogyakarta sebagai Tuan Rumah mitra pelaksana Muktamar III, Ahmad Muslikul Umam selaku ketua pelaksana menyampaikan kepada awak media “Bahwa muktamar ini merupakan agenda rutin tahunan untuk mengatur mekanisme pertanggungjawaban dan pemilihan Kepengurusan Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia”.

Dalam sambutannya, Presiden Nasional Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia Ahmad Nuruddin berharap “Mahasiswa santri dapat menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah diajarkan di pesantren. Beliau juga menjelaskan berintegritas bukan berarti apolitis, tetapi tetap berpolitik dengan cara yang ramah, santun dan menghindari praktik politik praktis yang kontraproduktif”.

Ketua STEBI Al-Muhsin Dr. HM. Anis Mashduqi, Lc., MSI, menyampaikan dalam sambutannya bahwa mobilitas dan panggung politik santri sudah dimulai sejak fase pra kemerdekaan. Kaum santri menjadi pejuang kemerdekaan dan turut kemudian mengisi kemerdekaan. Anis menambahkan, pada era reformasi dan demokrasi sekarang ini mobilitas dan panggung santri dalam dunia politik harus berlanjut dan semakin kuat. Mulai dari jabatan presiden, menteri, tidak lepas dari peran santri, momentum lima tahunan pilgub dan pileg juga tidak lepas dari kontestasi kader-kader santri untuk menempati posisi governing elite.

Dr. Marwan, MA, selaku keynote speaker yang menggantikan Prof. Dr. Mahfudz, MD yang berhalangan hadir pada kesempatan itu menegaskan pentingnya membangun dan menjaga integritas dalam politik dan pemerintahan. “Bersih keluar, juga bersih di dalam, tidak korupsi keluar, juga tidak korupsi di dalam”, tegasnya. Korupsi massal seperti terjadi di Malang dan Sumatera Utara, adalah bukti hilangnya integritas elit politik dan pejabat kita.

Baca juga  Permudah Jalan Belajar Mahasiswa, IAI Tribakti Kembali Buka Pluang Beasiswa

Muhammad Mustafied, salah seorang narasumber,  menyampaikan bahwa integritas mahasiswa yang sudah teruji di level personal harus diterjemahkan dalam konteks etika publik. Momentum tahun politik 2019 akan diwarnai oleh politik identitas yang membahayakan integrasi sosial dan kebangsaan. Oleh karena itu, tugas mahasiswa santri mentransformasikan menghadirkan wacana politik kemaslahatan yang berbasis pada hak-hak dasar rakyat. Di sinilah pentingnya mahasiswa santri menghadirkan etika politik.

Sedangkan Dr. Aguk Irawan, salah seorang narasumber, menegaskan bahwa hadirnya fenomena politik identitas bisa membahayakan bagi solidaritas masyarakat, apalagi medsos juga turut menciptakan kegaduhan. Maka mahasiswa santri  harus membawa narasi besar untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Selain itu, mahasiswa-santri harus punya integritas pada nilai-nilai luhur dalam berbangsa, termasuk bijak dalam bermedia sosial.

Dalam seminar tersebut turut hadir KH. Imam  Aziz ketua PBNU, beliau memberi nasehat para mahasiswa santri supaya mejadi garda terdepan menggerakkan ekonomi kreatif. Indonesia memiliki potensi besar untuk dikelola oleh para mahasiswa santri.

Muktamar ini diharapkan dapat menyambung tali silaturahmi dari seluruh mahasiswa santri, hingga mendapat banyak pengalaman baru yang dapat membangun pengetahuan lebih kedepannya, dengan momentum tahun politik agar supaya mahasiswa santri dapat aktif di dunia yang lebih luas, dan mampu memupuk jiwa nasionalisme yang lebih. Ujar “Bahril Aziz”. Peserta Muktamar 3 halaqoh bem pesantren se-Indonesia.

(rmh/tys)

Tentang Admin

LP2M.Corong merupakan sebuah lembaga Pers yang berada di bawah naungan Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.
lembaga ini mewadahi seluruh mahasiswa yang ingin mendalami ilmu pengetahuan tentang tulis menulis, meliputi berita, esay, opini dan berita.

Kiriman serupa