25 C
Bandar Lor
Rabu, Februari 21, 2024

78 Tahun Indonesia Merdeka, mengumpulkan semangat perjuangan untuk menata masa depan.

Indonesia merupakan Negara yang dilahirkan oleh tokoh tokoh yang luar biasa. Perjuangan dalam mewujudkannya penuh dengan usaha yang menguras uang, tenaga, dan juga darah. Pejuangan yang dilakukan oleh tokoh yang tak dapat digantikan dengan uang. Mereka tak kenal siang dan malam untuk melawan penjajahan. semua perjuangan dikerahkan hanya dengan satu tujuan bersama yaitu kemerdekaan. Dengan hanya mengandalkan peralatan yang tradisional semua penjajah dapat dikalahkan. Padahal penjajah pada masa itu sudah mengenal senjata modern seperti pistol, meriam, bom, sedangkan Negara Indonesia melawannya menggunakan bambu yang ditajamkan ujungnya atau disebut dengan bambu runcing.

Perjuangan yang tidak mudah dan cepat yang dikerahkan oleh tokoh pahlawan. Anak istri semua ditinggalkan hanya untuk memperoleh kebebasan yang berupa kemerdekaan. sekilas mengingat kembali bahwa Indonesia pernah dijajah selama kurang lebih 450 tahun mulai dari Portukis, Spanyol, Belanda, Prancis, Inggris, Jepang. Semua melihat Indonesia sebagai Negara yang kaya akan sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh mereka yang akhirnya mereka melakukan penjajahan seperti penjarahan, kerja paksa, sampai pembunuhan terhadapa orang orang Indonesia. Maka orang Indonesia tak bisa diam saja ketika menyaksikan perlakuan itu, mereka berusaha melawan akan tetapi tak bisa langsung mendapat kemenangan. Hingga Akhirnya pada Tahun 1900 an orang Indonesia mulai muncul dan menemukan kekuatan yang besar yang dapat menghancurkan para penjajah.

Baca Juga:  Peran Ganda Santri dan Mahasiswa; Emotional Overwhelmed

Kekuatan yang sebenarnya sudah ada sejak lama didalam budaya Indonesia. Budaya yang dapat meringankan semua pekerjaan yang berat bahkan penjajaha. Budaya yang dinamakan sebagai gotong royong atau kerja sama yang di wujudkan dalam bentuk kesadaran nasionalisme. Maksudnya adalah kesadaran bersama bahwa Indonesia merupakan milik bersama yang harus di jaga secara bersama juga sehingga segala yang berusaha merusaknya harus dilawan secara bersama. Seperti dalam journal yang meneliti tentang substansi pemikiran nasionalisme dari Soekarno yaitu kesadaran yang mengarahkan pada pembebasan, patriotisme, kemanusiaan, pluralisme, demokratisasi serta persatuan.

Semangat nasionalisme lahir dari sejarah panjang dalam perjuangan Indonesia melawan penjajahan. di mulai dari organisasi budi utomo yang didirikan oleh Dr. Soetomo, Mohammad Soelaiman, dan kawan kawannya. Mereka mendirikan organisasi dan mulai menyebarkan  gagasanya tentang Nasionalisme.  akhirnya muncullah tokoh yang bernama Ernest François Eugène Douwes Dekker orang BELIN (ayahnya Belanda ibunya Indonesia) yang disebut sebagai bapak Nasionalisme Indonesia karena kegigihannya dalam melawan penjajahan yang diantaranya lewat jalur Jurnalistik. Karya karyanya diantaranya adalah “Een Natie in de maak” (Suatu bangsa tengah terbentuk), “Ons volk en het buitenlandsche kapitaal” (Bangsa kita dan modal asing), “Het bankroet der ethische principes in Nederlandsch Oost-Indie” (Kebangkrutan prinsip etis di Hindia Belanda), dan masih banyak lagi. Selanjutnya karya karyanya ini menginspirasi penduduk pribumi dan akhirnya dapat menyadarkannya tentang pentingnya jiwa nasionalisme meskipun akibatnya ia mendapat beberapa hukuman seperti pengasingan.

Baca Juga:  Degradasi Progresivitas Mahasiswa Pasca Runtuhnya Era Fasisme (Orde Baru) ; Kemana Lagi Arah Mahasiswa?

Semanagat nasionalisme dan gotong royong inilah yang mendorong terwujutkannya Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 yang sampai sekarang sudah dirasakan selama 78 tahun Indonesia merdeka. Akan tetapi menapati hari kemerdekaan yang ke 78 tahun ini seberakah merdeka Indonesia sesuai dengan yang dicita citakan masih perlu untuk didiskusikan. Karena faktanya masih terdapat ketidak adilan, kesenjangan sosial, kemiskinan, ketergantungan, krisis iklim, dll yang harus diselesaikan. Akan tetapi dapat berkaca dari sejarah bagaimana kemerdekaan Indonesia dapat diraih dengan jiwa nasionalisme dan gotong royong maka untuk meneruskan perjuangan ini semangat itu harus tetap ada dan diperjuangkan.

Penulis : Sokhikhul Fahmi

Editor : Admin

Mungkin Terlewat

Stay Connected

15,334FansSuka
1,332PengikutMengikuti
7,578PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending